Mengurus Ijin Tinggal untuk Mendampingi Pasangan Sekolah di Austria

Ijin tinggal atau residence permit diperlukan ketika kita hendak tinggal di Austria selama

Beradaptasi dengan Day Care

Kolaborasi Orang tua, anak dan tim di masa awal menitipkan anak di daycare.

Mengenal kuman si biang penyakit

Apa itu patogen? Apa itu virulensi? Apa itu resistensi? Belajar tentang kuman yuk supaya kita tahu bagaimana mencegahnya

Dieser Sommerurlaub war....

abenteuerlich (adventurous)/anregend (stimulating)/ erstaunlich (amazing)/ ermüdend (tiring)/ bedrohlich (threatening

Toilet training untuk anak

Sharing pengalaman yuk bagaimana membuat si kecil supaya mau pergi ke toilet

Thursday, 19 April 2018

PAUD berbasis Montessori di Austria

Saat kami berada di Austria, Aqila sempat merasakan playgrup dan TK di sana. Leoben, nama kota tempat kami tinggal di Austria. Di sana, semua playgrup dan TK berbasis Montessori, baik negeri maupun swasta. Ini salah satu yang membuat saya tertarik untuk memasukkan anak ke playgrup dan TK, karena saya penasaran (dan tentunya karena saya harus belajar Bahasa setempat, sehingga memerlukan assistance untuk Aqila).

Setelah melihat sendiri perkembangan positif pada anak teman saya setelah masuk ke PAUD Montessori itu, berkurang rasa khawatir dan bersalah saya akan memasukkan anak ke PAUD setempat. Meski tidak 100%, tapi sisa keraguannya, saya merasa harus membuktikannya sendiri. 

Tidak mudah untuk bisa terdaftar sebagai peserta playgrup, karena peminatnya banyak sekali sementara kuotanya terbatas, setiap grup maksimal hanya menampung 12 anak, meskipun biayanya terbilang mahal. Soal biaya, sebetulnya anak-anak di sana mendapatkan tunjangan dari pemerintah setiap bulan yang cukup untuk membiayai playgrup Montessori. Kebanyakan mereka yang dikirim ke playgrup karena kedua orang tuanya harus bekerja atau kursus Bahasa bagi orang asing, sementara tidak ada kerabat yang bisa menemani anaknya pada jam kerja atau kursusnya. Peserta yang diprioritaskan mendapat tempat di playgrup adalah anak yang berkebangsaan Austria atau anak asing yang lahir di Austria, baru jika masih ada tempat kosong, anak berkebangsaan asing yang tidak lahir di Austria. Itupun diprioritaskan berdasarkan usia, didulukan yang lebih tua, dengan asumsi semua ibu mendapat maternity leave selama 24 bulan. Aqila mendapat tempat setelah berada di antrian waiting list selama sekitar 4 bulan. Ini terbilang cepat.

Sementara untuk TK, cenderung semua anak mendapatkan tempat, mungkin karena kuotanya lebih besar, yaitu 24 anak untuk setiap grup dan grupnya ada banyak. Btw, biaya untuk TK ini unik. Karena pemerintah menganjurkan anak-anak usia 3 tahun untuk sudah masuk TK, pemerintah memberikan subsidi. Besarnya berdasarkan penghasilan orang tua. Mulai dari gratis hingga 300 euro per bulan. Tapi, pihak TK tidak tau menau urusan bayar membayar ini. Urusan ini hanya antara orang tua dan pemerintah kota. Orang tua menyetor bukti penghasilan dan mentransfer biayanya ke rekening pemerintah kota setiap bulan. Walhasil, baik yang kaya maupun kurang, semua anak diperlakukan sama di TK. 

Playgrup diperuntukkan bagi anak-anak yang berusia kurang dari 3 tahun, sementara TK untuk anak-anak usia 3-6 tahun. Pengelompokkan grupnya berdasarkan usia dan berdasarkan lama waktu mereka berada di PAUD (half day atau full day). Di playgrup, hanya ada 2 grup, grup half day dan grup full day. Baik dari usia 1 tahunan sampai 3 tahun, semuanya digabung dalam 1 grup. Jadi yang membedakan grupnya hanya lama waktu, half day atau full day saja. Rata-rata usia anak termuda yang masuk ke sana berumur 16 bulan.

Di TK pun demikian. Ada 2 macam grup, grup half day dan grup full day, usia 3 sampai 6 tahun digabung dalam satu grup. Ternyata penggabungan usia muda dan yang lebih tua ini ke dalam satu grup juga dalam rangka mensukseskan prinsip Montessori itu sendiri, “help me to do it by myself”. Anak-anak yang lebih besar usianya, cenderung sudah memiliki kemampuan dasar lebih banyak dibanding yang lebih muda. Secara alami, yang muda akan meniru yang lebih besar, dan yang lebih besar belajar untuk membimbing yang lebih muda, layaknya mereka membimbing adik kandungnya di rumah.

Menarik untuk digali yaa. Bagaimana keseharian mereka di PAUD Montessori ini, besok lagi saya share ya. Tapi sebelumnya saya merasa perlu untuk membedah ruang-ruang dalam PAUD Montessori. Karena suksesnya pendidikan Montessori juga tidak lepas dari tools yang sudah mereka buat dan siapkan, termasuk lay out ruangannya, lho! InsyaAllah, saya post segera ya!

Aqila dan Temannya saat mengikuti Festival Musim Panas di Playgrup

Share:

Wednesday, 24 January 2018

Rontgen untuk Mengonfirmasi Diagnosa Reflux dan Sinusitis

Hari ini saya datang ke praktek dokter Radiologi di Leoben sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh resepsionis. Beberapa hari yang lalu saya sudah ke sini untuk meminta jadwal  khusus untuk saya, "Termin" istilah yang dipakai di sini.



Dari luar, tempat praktek dokter Pelzmann ini tampak horor. Mungkin karena akses masuknya hanya berupa pintu besi bertuliskan Radiologie. Meskipun ruang prakteknya menempel dengan mall satu-satunya di kota ini. 


Pintu Masuk Praktek Dokter Radiologi



Namun begitu masuk ke dalam, kesan horor itu berubah. Di balik pintu besi itu ternyata persis layaknya klinik eksklusif. Meskipun hawa-hawa tegang di sana masih ada. Mungkin juga itu hanya perasaan saya yang berharap hasil rontgen baik-baik saja. 

Ruang Tunggu Pendaftaran

Resepsionis

Ruang Tunggu Rontgen


Saya ke sini atas rujukan dari dokter THT. Beliau perlu data radiologi saluran pernafasan saya untuk mengonfirmasi diagnosa Refluks yang bulan September lalu diberikan. Juga untuk melihat apakah ada kemungkinan lain yang mrmbuat saya kok langganan pilek tiap bulan, mungkinkah sinusitis?


Btw, saya pernah menulis tentang Refluks di sinidi sini dan di sini.


Saya menjalani dua metode rontgen. Yang pertama, rontgen saluran nafas atas untuk melihat potensi sinusitis. Saya hanya perlu berdiri di atas alat rontgen, menghadap depan, belakang, dan samping. Menggunakan apron untuk bagian pinggang ke bawah. Ini seperti proses rontgen pada umumnya. 



Metode rontgen yang kedua adalah untuk mengonfirmasi adanya Refluks. Masih menggunakan alat yang sama, namun selama proses rontgen, saya diminta sambil minum suatu cairan bernama Barium Contrast. Di ruangan radiologi saya ditemani oleh asisten, sementara dokter radiolog memantau dari ruang kaca di pojokan. Dokter memantau layar komputer yang merekam video radiologi proses yang terjadi selama saya minum. Setelah meminumnya, cairan ini akan terlihat berpendar di sepanjang saluran cerna saya dari hasil rontgen. Dokter akan melihat detail proses ketika cairan barium contrast ini saya minum, apa yang akan terjadi di pencernaan saya. Jika ada refluks, maka akan terlihat bagaimana barium contrast ini sulit tertelan hingga masuk ke lambung, dan setelah barium contrast mulai memasuki lambung, maka dia akan kembali lagi ke kerongkongan. Proses rontgen yang ini berlangsung selama kurang lebih 10 menit. Selama itu saya diminta terus minum sambil berdiri dan berputar. Ada juga sesi ketika alat rontgen yang saya pijaki dan sandari bergerak naik dan miring hingga 90 derajat (menjadi posisi tidur).  serius ini asik hehe. Pada saat alat Rotngen mulai bergerak itu tangan saya harus terus disandarkan ke atas dengan tetap minum barium contrast terus menerus. Pada saat posisi badan saya sudah hampir horizontal (seperti orang tiduran) asisten memegangi cairannya dan saya meminumnya lewat sedotan. saya minum juga sambil berputar-putar saat tiduran. 


Akhirnya proses selesai.


Dokter menjelaskan diagnosa dari hasil rontgen. Kata dokter saya tidak mengalami sinusitis dan tidak terjadi refluks selama saya minum cairan tadi. Semuanya normal. Hanya di saluran nafas atas saya ada inflamasi. Sebuah inflamasi normal yang lusa akan ditangani oleh dokter THT saya. Artinya kemungkinan refluks yang selama ini terjadi adalah karena adanya gejala lain, misalnya seperti batuk, dsb. Dokter menjelaskan dengan tersenyum. Saya mengucapkan terimakasih dan selamat tinggal.
Saya tidak menerima cetakan hasil rontgen. Hasil rontgen dikirimkan secara online oleh dokter radiolog langsung kepada dokter THT saya.

Bagi saya hasil rontgen ini adalah berita baik. Saya yakin saya tidak bisa menyembunyikan ekspresi bahagia saya di depan dokter waktu itu. Tapi yang beliau tidak tau, hati saya tersenyum lebih lebar daripada senyum di bibir saya. Barakallah.. Alhamdulillah. Alhamdulillahirobbil alamin.



Saya yang pernah didiagnosa GERD (Refluks) sebelumnya dan setiap bulan sekali berikutnya selalu merasakan gejala yang sama, hingga harus selalu bedrest selama beberapa hari, sekarang merasa seperti diberi kesempatan kedua oleh Allah. Kemarin itu seakan-akan seperti warning agar saya lebih bisa mendengarkan dan memahami kebutuhan raga ini. Hindari begadang, kelelahan, dan stress. Menjaga pola hidup dan pola makan yang sehat. Selalu positif dan bahagia. Sehat itu memang kekayaan yang nilainya tiada tara dan harus diperjuangkan.



Mudah-mudahan ikhtiar kita untuk menjaga kesehatan, diberkahi olehNya, dan rasa sakit yang pernah datang, menjadi penggugur dosa-dosa kita. Aamiin. 

Nama Dokter dan Jam Praktek
Alhamdulillah sudah lega

Share:

Saturday, 18 November 2017

Sekilas tentang Heartburn

Saya ga benar-benar yakin kapan pertama kali merasakan heartburn. Tetapi pertama kali di-diagnosa refluks dengan kehadiran heartburn itu kira-kira dua bulanan yang lalu, umur saya 28 tahun btw.. BB saya 46 dengan BMI normal. Jadi terbukti refluks ga cuma beresiko pada yang beratnya badannya berlebih" aja ya...

Dalam dua bulan terakhir heartburn yang lumayan betah, sudah menyerang dua kali L betah alias bertahan lama, sehingga saya harus rutin mengonsumsi obat sekitar 2 minggu di setiap masing-masing serangan heartburn. Selama satu bulan penuh harus tutup mulut sama sekali dari cabe, minyak, lemak, yang manaa hampir semua makanan kita mengandung itu. Ga enak banget didatangi heartburn. Selain harus menahan sakit di setiap serangan, bedrest dan kehilangan waktu yang berkualitas, bertanya-tanya "apa saya bisa sembuh lagi?", juga menahan kekhawatiran-kekhawatiran yang lain, karena itu justru bisa memperparah keadaan.

Setelah disambangi sama jenis penyakit yang satu ini, saya jadi engeh, betapa kadang secara ga sadar sering melupakan "hak" tubuh ini untuk lebih diperhatikan, istirahat cukup, makan makanan sehat, dan juga dijauhkan dari monster bernama "STRESS" dan rasa khawatir yang berlebihan. Mungkin dengan ini Allah ingin menyentil saya, mengingatkan banyak hal yang sudah sempat terlupakan. Hikmahnya, sekarang saya benar-benar belajar untuk "mendengarkan" badan ini dengan lebih baik. Ikhlas dalam segala situasi, sesulit apapun itu, membantu  proses self healing. Tidak sekedar bisa memaknai apa itu "Ikhlas" karena Allah atas semua yang terjadi, tapi juga melakukannya.

Mudah-mudahan serangan yang Alhamdulillah sudah berakhir kemarin ini menjadi serangan Heartburn saya yang terakhir :( saya juga berharap ini tidak terjadi pada kalian dan juga orang yang kita sayangi.. Aamiin. 


***
Apa sih heartburn itu?
Heartburn adalah rasa panas di area kerongkongan, yang biasanya memberikan sensasi seperti terbakar di area dalam dada atau leher. Heartburn ini terjadi karena cairan asam lambung naik ke kerongkongan. Tidak seperti sel-sel dinding lambung, dinding kerongkongan tidak dilindungi oleh lapisan tahan asam, sehingga jika asam lambung naik ke kerongkongan, bisa terjadi peradangan yang menimbulkan heartburn itu tadi.

Kenapa asam lambung bisa naik ke kerongkongan?
Normalnya asam lambung (dan segala isi lambung) tidak bisa naik lagi ke kerongkongan karena antara lambung dan kerongkongan ada sebuah katup. Katup ini membuka ketika ada makanan atau minuman yang kita telan, sehingga makanan dan minuman kita bisa masuk ke lambung. Pada kondisi normal, katup ini mampu menahan isi lambung untuk tidak kembali lagi naik ke kerongkongan. Jika katup ini melemah, maka isi lambung bisa kembali naik ke kerongkongan. Naiknya isi lambung ke kerongkongan disebut Refluks. Jadi, heartburn itu istilah untuk menamai sebuah gejala (rasa terbakar di kerongkongan), sementara refluks adalah kondisi yang bisa menyebabkan heartburn, atau diagnosanya alias nama penyakitnya. Heartburn tidak selalu muncul pada refluks.

Apa yang menyebabkan katup lambung melemah?
Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan katup lambung melemah, di antaranya stress, jenis makanan, pola makan, pola hidup, konsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, dan keturunan.
Jenis makanan yang bisa beresiko melemahkan katup lambung banyak banget, referensi nya juga sudah banyak sih, mudah didapatkan di internet, umumnya yang pedas2, asam, dan berlemak. Tingkat efeknya bisa beda-beda pada tiap orang, tergantung kondisi saluran cerna masing-masing. Tentunya yang sudah punya riwayat maag duluan yang paling beresiko.

Kayak apa sih real-nya rasanya Heartburn?
Ehem. Kayak gini contohnya.. udah lama ga makan kerupuk mie, kangen banget, makan deh, 2 buah aja. Baru selesai makan, lalu muncul rasa terbakar di kerongkongan. Rasanya mirip kalau kita terserang radang tenggorokan atau bronkitis, panas, kerting, tapi dengan kekuatan yang lebih dahsyat. Sakit dan sulit untuk menelan, kalau ngaca keliatan memerah di tenggorokan dan bisa ada yang bengkak di area amandel, Dada juga bisa ikut terasa sakit dengan rasa terbakar yang sama atau hanya nyut nyut yang bisa segera hilang atau malah berkepanjangan. Seringkali disertai rasa gatal-gatal di dalam leher dan ingin batuk. Buat nelan sulit dan sakit. Lalu bisa berujung pada sesak nafas, batuk-batuk, dan muntah. Yang juga engga enaknya, terkadang heartburn itu suka PHP, sudah sembuh, lalu tiba-tiba kok muncul lagi L

Beda dengan radang tenggorokan pada umumnya, radang yang ini ga bisa diobatin dengan obat radang tenggorokan.. obatnya sama dengan obat sakit maag. Pemilihan obatnya perlu direkomendasikan oleh dokter, disesuaikan dengan tingkat keparahannya.

Heartburn ini ga boleh dibiarkan lama-lama, meskipun kita mungkin merasa belum terlalu terganggu. Jadi intinya, kalau mulai ngerasain gejala heartburn dan belum punya managemen plan nya bersama dokter, maka baiknya langsung cuss ke dokter.

Stay healthy yes saudara2....


Leoben - Targoss... Bike Touring bersama keluarga dan rekan seperjuangan di perantauan, terakhir sebelum didiagnosa Refluks. Ga tau kapan lagi bisa begini.... :)

***

Share:

Thursday, 26 October 2017

Hari Pertama Haid... Bedrest?



Day 1 menstrual cycle yg skarang 'luar biasa' dibandingkan yg biasanya. Luar biasa capeknya.. Ngantuknya.. Nyerinya.. Mualnya.. alhamdulillah nya emosi aman terkendali (perasaan saya si :D😁 )

Day 2, pagi kebangun lewat dari jam biasanya, dgn sekujur badan sakit semua T-T😆 kepala migrain, tenggorokan radang, dada nyeri, perut mual dan nyeri, kaki pegal2. Superb. Ini kayaknya perlu bed rest. Bilang ke suami "aqila libur aja apa ya hari ini, kayaknya aku perlu bedrest." Jawaban suami pun sangat romantis "udah masuk aja, aku yg anterin ke tk." Aaak mamacih.. Udah mau berangkat lebih awal muter dulu ke tk sblum k kampus di waktu2 yg task nya kayak sekarang.. Smoga tetap sehat ya mas suami.. Jangan ikutan tumbang..

===
Jd inget, bbrp teman jg ada yg di awal2 kayak gini perlu bedrest. Dan katanya ada undang2 ketenagakerjaannya ya yg menyatakan libur di hari pertama mens adalah hak tenaga kerja wanita.


===
Sambil rebahan, baca2 apa yg bisa dibaca, lalu nemu postingan ini

Well explained ttg bagaimana siklus menstrual mempengaruhi performa kerja seorang wanita setiap bulan.. Yang ga terjadi di pria yang relatif linear dan stabil.

"ignoring our bodies by working and forcing ourselves to be active during our 'winter' -menstrual days- can potentially ruin the month ahead."

Because every woman is special. 👩
We are unique and different each other.

 👩👩
Listen to your body gives you better opportunities to understand what you really need. 

===
Baca juga :
Share:

Tuesday, 17 October 2017

Tes Mata untuk Batitaku

Ini tool yang dipakai oleh dokter mata waktu minggu lalu Aqila tes mata. Seru juga ya, pakai tool ini anak-anak umur 3 tahunan udah mulai bisa tes mata.

Tool Tes Mata Toddler yang Dipakai di Dokter Mata Anak Saya. Sumber Gambar
Minggu lalu Aqila tes mata bukan karena ada apa-apa dengan matanya, Alhamdulillah hasil tes juga nunjukin semua normal. Mudah-mudahan sampai nini-nini mata Aqila terus sehat dan ga perlu pakai kacamata.. kayak Almarhumah Uyut nya yang sampai 90 tahunan usia beliau masih rajin baca Qur’an tanpa kacamata. Jangan kayak bundanya... dari SMP udah kayak doraemon. Hehehe.. Karena kalau udah terlanjur mesti pakai lensa di depan mata itu banyak ga enyaknya...

===
Umur 2 Tahun Sudah Diwajibkan Untuk Tes Mata
Di Austria ini, anak-anak wajib periksa mata ke dokter mata pertama kali kira-kira di ultahnya yang ke-2. Biayanya ditanggung oleh asuransi (baik milik pemerintah maupun swasta asuransinya).

Tahun lalu mendekati jadwal tes mata pertama kali ini rasanya penasaran, soalnya saya mah dulu baru kenal sama tes mata itu SMP deh, kelas 2. Itu gegara topik tentang mata di pelajaran Biologi. Pulang sekolah langsung inisiatif periksa mata ke optik yang ngasih periksa mata gratis, sama temen, ga tanya-tanya dulu sama orang tua. Hihi. Taunya udah minus setengah, di rumah lapor ke ortu langsung pada kaget :D

===
Emang Gimana Tes Mata Nya Anak Umur 2 Tahun?
Ternyata...metode nya ada 3.

Yang pertama kalau ga salah nama metodenya Aberrometry. Mata diukur pakai alat, caranya dagu ditaruh di penyangga di alatnya, trus matanya diminta lihat ke titik warna merah. Sekedar dicoba.. ternyata percobaan dengan alat ini gagal untuk Aqila. Hihihi. Body dan kepalanya masih terlalu kecil. Ternyata juga teman-teman Aqila juga sama belum bisanya. Hehe.

Yang kedua si batita diminta untuk menunjukkan gambar yang ada di atas sebuah kartu seukuran kartu pos, yang sepintas di atas kartu pos itu hanya ada gambar titik-titik hitam saja, persis kayak tipi yang lagi kesemutan.. Cuma ada titik-titik hitam yang memenuhi permukaan kartu.Tapi kalau diamati lebih seksama, ternyata di antara titik hitam itu ada yang membentuk gambar, dan semuanya ada 3 gambar, yaitu kucing,, bintang, dan mobil. Ketiga-tiganya merupakan gambar 3 dimensi. Dokternya tanya,”ada gambar mobil ga disitu?” lalu mata batita unyu2 yang di tes itu sibuk nyari di mana gambar mobil, ditunjuk dengan jari-jari yang juga unyu. Lalu dokter tanya lagi “Ada gambar bintang?”, dst. Waktu itu Aqila baru bisa nunjukin 2 gambar, mobil sama bintang.

Yang ketiga pakai alat lagi tapi jauh lebih kecil dari yang pertama. Dengan alat ini anak diminta untuk melihat sebuah titik (mainan misalnya), lalu dokter ngintip2 matanya pakai alat di sebelah mainan yang mesti jadi fokus obyek yang dilihat oleh si anak. Tes ini Aqila 2 tahun udah bisa.
Tes umur 2 tahun ini berasa Cuma main-main aja sama dokter mata. Hihihi. Da dari 3 metode hanya 1 yang optimal.  Ya emang apa sih yang bisa diharapkan dari tes kayak gini ke anak umur 2 tahun.. Yaayayaa.. semua ada hikmahnya. Hehe..Yang lucu ada teman Aqila. Ditanya “di mana mobilnya?” dijawab “itu di luar!” sambil nunjuk ke arah parkiran mobil. Hahaha hiburan..

===
PR Dari Dokter Mata Untuk Anak Umur 2 Tahun Dan Bundanya
Sebelum pulang, dokter beri saya PR buat ngajarin Qila istilah 4 buah gambar 2 dimensi, yaitu Persegi, Apel, Lingkaran, dan Rumah. Kenapa, karena ini akan jadi materi tes mata yang lebih serius buat anak-anak. Dokter minta saya bawa Aqila lagi kontrol lagi tahun depan (umur 3 tahun). Hoo okayy.. paham sekarang jadinya kenapa ada tes mata di umur 2 tahun...

===
Tes Mata Umur 3 Tahun
Di umurnya yang 3 tahun ini, Aqila kembali datang untuk tes mata. Ternyata benar, kali ini pemeriksaannya udah mulai bisa serius.  3 metode yang dipakai waktu pemeriksaan umur 2 tahun dipakai lagi di tahun ini dan  ternyata kali ini anak-anak batita udah bisa ngikutin semuanya. Kali ini tesnya ditambah pakai tool yang ada 4 gambar PR itu tadi : Persegi, Apel, Lingkaran, dan Rumah.

Cara kerja tesnya mirip dengan kalau kita atau anak-anak yang udah besar pakai papan tes mata yang ada huruf-hurufnya itu. Bedanya ini ga pakai huruf tapi 4 gambar itu tadi (Persegi, Apel, Lingkaran, dan Rumah.). Dokternya dengan sabar nunjuk ke gambar-gambar itu, sambil tanya “Ini gambar apa?” dari ukuran besar sampai sekecil mungkin yang anak batita bisa baca.

Dari hasil tes semua metode tadi, dokter kemudian menarik diagnosa.. kesimpulan.. Alhamdulillah Aqila normal.. Lalu diminta kontrol lagi umur 5 tahun.

==
Konsultasi Rutin Ke Dokter Yuk!  
Okey.. kali ini saya belajar, ternyata bukan cuma gigi dan tumbuh kembang anak aja yang sebaiknya rutin dikontrol ke dokter, tapi juga matanya.

Sesungguhnya kontrol berkala ini selain memantau kondisi kesehatannya, juga ngasi kesempatan kita orang tuanya untuk konsultasi personal sesuai dengan kondisi aktual anak kita, tentang keraguan dan apa-apa yang kita belum tau untuk mencegahnya terkena kelainan atau penyakit serius, langsung pada ahlinya.. tentu lebih akurat daripada hasil katanya... atau dari mbah google misalnya..
Dan kalau (naudzubillahimindzalik) terdeteksi yang engga enak, insyaAllah jadi bisa tertangani lebih awal kan...



===
Baca juga : 
Share:

Saturday, 30 September 2017

Daftar Harga Vaksin

Nemu foto “Daftar Harga Vaksin” ini di gallery foto HP saya. Kalau bukan karena memory HP penuh mungkin saya sudah lupa punya foto ini. Hihi. Foto ini saya ambil Desember 2014 sewaktu mengantar anak saya vaksinasi di RS Hermina Pasteur Bandung. Ini adalah daftar harga vaksin di RS tersebut pada waktu itu. Saya kurang tau kalau sekarang masih sama atau tidak, ya minimal masih bisa dipakai untuk memberi gambaran harga vaksin kala itu. ;)



Share:

Monday, 11 September 2017

Kalau Kamu Mahasiswa di Austria, Kamu Bisa dapat Diskon Harga Obat Lho

"Anda mahasiswa bukan?" Tanya dokter kepada saya.
"Bukan Dok. Suami saya yang mahasiswa." Jawab saya jujur.
Itu pertanyaan terakhir dari dokter buat saya. Waktu ditanya, gatau jg knpa ditanya gitu. Saya pikir dokter sedang mencari ada/gak nya potensi stress yg memicu GERD saya.

***
Konsultasi berakhir. Saya keluar dari ruang dokter lalu asisten memberikan resep kepada saya. Karena resep nya print out dari komputer, obatnya bisa dibaca dgn jelas. Oke, sepertinya mahal. Wkwk.
Dan benar... €39,70 total harganya.. Kalau di rupiahkan ya tinggal dikali 15.900 rupiah saja (kurs hari itu).
Saya keluarkan kartu ATM sambil gak semangat liat ke layar, eh, kok jadi €11.70? 😎😎



***
Alhamdulillah... Rupanya saya dapat harga mahasiswa... 😁

***
Di Austria ini memang ada orang2 tertentu yg bs dapat diskon harga obat, ketika obat tidak dicover oleh asuransi. Hanya dokter yg bisa memberikan rekomendasi diskon itu lewat tanda di resep obatnya.

***
Terimakasih dokter... karna udah curiga kalau saya mahasiswa. Meskipun meleset. 😜 Semoga berkah selalu dan pasiennya ini segera diberi kesembuhan. Hehe. Aamiin.

***
Share:

Disclaimer

Dear reader, Nothing is perfect, demikian juga konten di blog ini. Oleh karena itu, terimakasih untuk komentar, sharing, saran, kritik dan untuk kunjungannya ke blog saya, yang walaupun imperfect namun semoga bermanfaat. ♥ vidya ♥

Labels

Drop me a message

Name

Email *

Message *

Recent Posts

About me

Empat tahun mengenyam pendidikan S1 Sekolah Farmasi, saya melanjutkan Pendidikan Profesi Apoteker satu tahun. Alhamdulillah semuanya dilancarkan dan saya berkesempatan berkarya di dunia industri kosmetik setelah saya lulus Pendidikan Profesi. Tiga tahun berkiprah di dunia itu, saya memutuskan berhenti sementara dari dunia karir demi berkumpul dengan keluarga kecil di Leoben, Austria

Saya mengenal blog semenjak kuliah profesi. Saya memiliki blog pribadi dan bergabung menjadi author di www.apotekerbercerita.com. Sebelumnya saya hanya menumpahkan isi pikiran di diary. Namun saya baru menyadari kecintaan menulis justru setelah berada di Austria. Dengan menulis saya banyak membaca dan belajar, mengingat, belajar berkomunikasi, belajar bertanggung jawab dan akhirnya saya mengijinkan diri saya sedikit berbangga dan bahagia meskipun mungkin menurut orang itu biasa saja hihi. Saya merasa ada yang terobati setiap bisa menyelesaikan satu judul tulisan. Maka saya pikir tidak ada alasan untuk berhenti menulis.

Terimakasih kepada siapa saja yang sudah berkunjung, selamat membaca dan semoga konten webblog ini bisa bermanfaat.

Salam hangat,

Vidya