Mengurus Ijin Tinggal untuk Mendampingi Pasangan Sekolah di Austria

Ijin tinggal atau residence permit diperlukan ketika kita hendak tinggal di Austria selama

Beradaptasi dengan Day Care

Kolaborasi Orang tua, anak dan tim di masa awal menitipkan anak di daycare.

Mengenal kuman si biang penyakit

Apa itu patogen? Apa itu virulensi? Apa itu resistensi? Belajar tentang kuman yuk supaya kita tahu bagaimana mencegahnya

Dieser Sommerurlaub war....

abenteuerlich (adventurous)/anregend (stimulating)/ erstaunlich (amazing)/ ermüdend (tiring)/ bedrohlich (threatening

Toilet training untuk anak

Sharing pengalaman yuk bagaimana membuat si kecil supaya mau pergi ke toilet

Showing posts with label nutrition fact. Show all posts
Showing posts with label nutrition fact. Show all posts

Sunday, 26 February 2017

Almond Manis- Nutrition Fact, Manfaat, dan Efek Sampingnya

 image's source

Nutrition Facts Almond Manis

Per 100 gram bijinya, almond manis kurang lebih mengandung [1] :
Nutrisi
Jumlah
Protein (g)
19
Karbohidrat (g)
4,8
Serat (g)
15
Kadar lipid total
53,5
· Lemak jenuh (g)
4,2
· Lemak tak jenuh tunggal (g)
36,6
· Lemak tak jenuh ganda (g)
10
Vitamin E (mg)
26,18
Kalsium (mg)
248
Fitosterol (mg)
120
  

Almond manis tinggi protein
Almond manis mengandung protein relatif tinggi, tetapi bukan sebagai sumber protein yang lengkap, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa [2]. Meskipun demikian, susu almond banyak dimanfaatkan sebagai tambahan nutrisi untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan dan ibu hamil [1]. Fungsinya sebagai tambahan nutrisi. Dengan catatan, penggunaan pada ibu dengan kehamilan yang beresiko, sebaiknya mengikuti petunjuk dokter (karena tidak disarankan mengonsumsi almond manis semenjak dua minggu sebelum operasi [3][4])

Almond manis dapat menurunkan kadar gula dalam darah
Total energi yang diberikan oleh almond manis dalam setiap 100 gram berkisar antara 579 [5]. Energi yang cukup besar ya. Dengan kandungan gulanya yang rendah, biji almond cocok untuk diet pasien diabetes tipe 2 [6], tetapi harus atas persetujuan dokter. Pada orang sehat, penelitian juga menunjukkan bahwa almond manis dapat menurunkan kadar gula darah dalam darah. [7]

Umumnya pasien diabetes yang menggunakan obat-obatan antidiabetes bersamaan dengan diet rendah gula dan diet yang dapat menurunkan kadar gula darah, diminta untuk memperhatikan tanda-tanda hipoglikemia karena dikhawatirkan kadar gula darah menjadi terlalu rendah. 

Almond manis juga dapat menurunkan kadar kolesterol
Kandungan lemak tak jenuhnya yang tinggi sangat menarik untuk diet mencegah kenaikan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Berdasarkan hasil penelitian, mengonsumsi almond manis dapat menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol jahat, dan trygliserida dalam tubuh, serta meningkatkan kadar kolesterol baik [8].

Vitamin yang banyak terkandung dalam almond [9]
Vitamin E : merupakan antioksidan yang berguna untuk mencegah kerusakan sel tubuh, membantu menjaga daya tahan tubuh, dan menjaga formasi sel darah merah dalam peredaran darah [10].

Vitamin B2 : berperan dalam pertumbuhan badan dan produksi sel darah merah [11]. Oleh karena itu, almond dimanfaatkan juga sebagai tambahan nutrisi untuk penderita anemia.

Biotin : enzym yang berperan penting pada pencernaan karbohidrat, lemak, dsb. Defisiensi biotin dapat terjadi pada ibu hamil, orang dengan gizi buruk, orang yang mengalami penurunan berat badan secara drastis, rambut rontok, kuku rapuh, seboroik dermatitis pada anak-anak,  penderita diabetes, dan orang yang depresi [12]

Mineral yang banyak terkandung dalam almond [9]
-          diperlukan tubuh dalam jumlah banyak, yaitu : Fosfor dan magnesium.
-          diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit : mangan dan copper.

Kandungan vitamin dan mineral lebih detilnya di sini.

Almond manis kaya antioksidan
Antioksidan berupa flavonoid banyak terdapat pada bagian kulitnya. Sehingga disarankan mengonsumsi almond seluruhnya beserta kulitnya. Kombinasi antara flavonoid dan vitamin E dalam almond diduga meningkatkan efek antioksidannya [13].


Menurunkan Berat Badan
Serat tinggi yang terkandung dalam almond akan membuat kenyang lebih lama. Cocok untuk tambahan menu diet orang yang kelebihan berat badan.
Hasil penelitian ini membuktikan, mengonsumsi almond 84 g/ hari selama 24 minggu efektif menurunkan berat badan.

Aktivitas Probiotik dan Melancarkan Pencernaan
Biji almond dan kulitnya memiliki karakteristik probiotik, sehingga bisa membantu menyeimbangkan flora normal yang berguna dalam saluran cerna. Seratnya yang tinggi dapat membantu melancarkan pencernaan.[14]

Almond manis dalam makanan
Almond manis tidak hanya sebagai campuran dalam coklat dan menjadi topping di atas brownies atau kue lainnya. Almond manis juga umum dimasak dalam sup atau masakan sayuran lain serta saus-sausan dan dijadikan sirup maupun susu. Di musim dingin, almond dimanfaatkan sebagai bahan utama permen dan marzipan, snack dengan nutrisi yang cocok untuk melawan hawa dingin.
Almond yang sudah dipotong tipis-tipis juga dijual di supermarket di Austria

Minyak almond manis (sweet almond oil 
Almond manis juga banyak diekstrasi untuk diambil komposisi minyaknya. Karena dalam minyaknya 90% merupakan asam lemak tak jenuh tunggal, maka sweet almond oil lebih tahan oksidasi (tidak mudah tengik) jika dibandingkan dengan minyak lain yang kandungan asam lemak tak jenuh gandanya dominan.

Banyak peneliti merekomendasikan sweet almond oil sebagai pilihan untuk mensubstitusi olive oil bagi yang merasa kurang nyaman dengan aroma olive oil. Ini karena dalam sweet almond oil kandungan asam linoleat nya lebih tinggi dan asam palmitat lebih rendah, sementara komposisi lainnya bisa dikatakan setara. [1]

Sweet almond oil dapat menyembuhkan luka bakar, dermatosis, dan kulit kering (psoriasis dan eksim). Aktivitas almond dalam menyembuhkan luka kemungkinan berasal dari asam amino arginin yang terkandung banyak dalam minyak almond. [15]

Sweet Almond Oil juga Ada di dalam Kosmetik
Sweet almond oil memiliki aktivitas memperbaiki keseimbangan lipid kulit. Dalam kosmetik, almond manis banyak dimanfaatkan sebagai fragrant, lubrikan, pemulih sebum (minyak) pada kulit kering, agen reepitelisasi (pembentukan kembali jaringan kulit luar di area luka) untuk produk perawatan kulit sensitif dan kulit anak-anak, dan agen oklusif (pemblok hilangnya air dari kulit ke udara sehingga kulit tidak kering).

Sweet almond oil sudah banyak dikembangkan untuk sediaan kosmetik skin hydratinghair conditioning, shampoo, oil-oil an dan produk untuk bayi. [1]

===
Nah, sampailah kita pada bagian yang tidak boleh dilewatkan, bahasan mengenai efek samping. Ini penting supaya kita bisa menikmati almond dengan sehat.

Efek Samping Almond Manis

Alergi pada Sebagian Orang
Ada beberapa orang yang alergi makan almond. Bentuknya alerginya bisa berupa pilek, ruam, bengkak, hingga gangguan pernafasan. Cukup hentikan makan almond jika ada tanda-tanda alergi muncul. [16]

Resiko Batu Ginjal
Almond manis mengandung oksalat dalam jumlah tinggi. Oksalat ini dapat terserap dengan baik ke dalam tubuh kita, dan dapat menyebabkan batu ginjal. Oleh karena itu orang yang menderita batu ginjal tidak disarankan mengonsumsi almond. Orang sehat yang mengonsumsi almond disarankan untuk minum banyak air putih setelahnya. [17]

Defisiensi Mineral
Almond mengandung asam pitat, senyawa yang bisa menghambat penyerapan kalsium, zink, dan zat besi yang dimakan bersamaan dengan almond. Untuk menghindari defisiensi mineral-mineral tersebut, makanlah sumber mineral sebelum atau sesudah makan almond. [18]

===
Kesimpulan : Almond manis mengandung gizi yang baik untuk tubuh, baik untuk kesehatan jantung (karena mencegah kolesterol dan diabetes). Konsumsi almond dengan benar dapat mengurangi resiko munculnya efek samping. Produk natural efeknya sangat tergantung pada berapa banyak yang dimakan. Begitu juga almond. 

Disarankan di sini, makanlah almond secukupnya, layaknya makanan sehat lainnya, jangan berlebihan, cukup dengan satu genggam almond setiap hari. [19]

Selamat menikmati almond dan hidup sehat! J



Baca ini juga : 






Share:

Sunday, 5 February 2017

Menilik Kandungan Petai, Apa Manfaat dan Efek Samping nya?


Beberapa hari yang lalu di-telepon, ibu saya tiba-tiba menanyakan “Dek, pete itu kandungannya apa aja ya??” Hehehe random ya pertanyaannya. Hihi, iya ibu saya memang sesekali suka menanyakan pertanyaan-pertanyaan random yang ingin dijawab dengan serius, ilmiah. “Tolong ya dek, kirimin di whatsapp, kandungannya pete apa aja, trus sama efek sampingnya juga. Soalnya ibu denger dari mbak I, katanya pete bisa ngobatin benjolan sama hipertensi. Jadi ibu penasaran. Tolong ya dek cepetan.” Jadi, mbak I itu adalah sepupu saya yang notabene seorang pengusaha pete. Okelah tulisan kali ini saya persembahkan untuk ibu yang penasaran, suami yang penikmat pete, sepupu yang pengusaha pete, dan siapapun yang suka dengan biji hijau royo-royo ini ..
Petai, dalam bahasa latin disebut Parkia speciosa Hassk., adalah tanaman yang berasal dari Asia Tenggara. Di Indonesia, Malaysia, dan Singapura disebut petai atau pete, di Thailand satawsatorsadtor, u'pang di Filipina, dalam bahasa Inggris disebut stink bean.
Selama tinggal di Austria, saya belum pernah menemukan pete di supermarket. Hehe. Tapi di toko Asia, hampir selalu ada di dalam freezer (beku). Saya sendiri bukan penikmat pete, suami saya pecinta berat. Alhamduliillah, harga pete di sini sangat melambung, udah gitu toko Asianya ada di kota sebelah. Sirna sudah hasrat suami untuk belanja pete dari toko Asia. Yeayyy #eh.
Kebanyakan dari kita pasti tau biji petai dan kulitnya seperti apa, apalagi aromanya yang khas. Tapi mungkin tidak semua orang tau kalau pohonnya bisa tumbuh hingga 40 m tingginya. Menjulang.. baik akar, batang, kulit hingga bijinya (bagian yang dimakan) mengandung senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh, tetapi paling banyak memang berada di bijinya. Pernah dengar dari kawan, tetangga, atau majalah yang menyebutkan bahwa petai digunakan untuk terapi hipertensi, diabetes, cacingan, dan masalah ginjal (secara tradisional)? Pernah penasaran petai serius bisa nyembuhin penyakit dan kelainan tersebut? Kalau iya, pas banget karena alinea-alinea berikutnya akan membahas tentang ini. Kalau belum, semoga sekarang jadi penasaran (biar tetap dibaca.. hehehe).
Petai Kaya Nutrisi
Ternyata, petai memang mengandung banyak nutrisi dan senyawa kimia yang bermanfaat. Nutrisi yang terkandung dalam biji petai di antaranya protein, lemak, karbohidrat, mineral (banyak sekali jenisnya), dan vitamin (vitamin C, thiamin/ vitamin B1, dan alfa tocoferol/ vitamin E). Komposisinya bisa di lihat pada gambar tabel berikut :
nutrisi-petai
Nilai yang tertera pada tabel adalah hasil penelitian terhadap sampel petai yang dipanen dari Batang Kali Selangor Malaysia tahun 2013. Nilai yang tertera kurang lebih hanya sebagai gambaran, nilainya tidak akan persis sama untuk setiap petai yang dipanen di belahan bumi manapun karena tentu kondisi lingkungan dan nutrisi yang diperoleh si pohon petai juga berpengaruh pada hasilnya. Namun jenis nutrisi yang terkandung kurang lebih akan sama.
Petai juga Mengandung Berbagai Senyawa Kimia Potensial
Hampir semua senyawa kimia penting terdapat pada bijinya. Senyawa kimia potensial yang terkandung dalam petai di antaranya tannin (dalam konsentrasi tinggi. Selain pada biji juga terdapat pada kulitnya yang tebal), terpenoid, thiazolidine-4-carboxylic acid, flavonoid, alkaloid, polisulfida siklik, dan satu lagi yang paling menarik penamaannya djenkolic acid.
Terpenoid Membawa Efek Antihiperglikemia, Antikanker, dan Antinociceptive
Senyawa terpenoid yang terdeteksi ada pada petai meliputi β-sitosterolstigmasterollupeolcampesterol, dan squalene. β-sitosterol dan stigmasterol adalah senyawa kimia yang memiliki aktivitas antihiperglikemia (menurunkan kadar gula darah). Lupeol memiliki aktivitas sebagai antikanker, antinociceptive (mengurangi rasa nyeri), dan anti inflamasi.
Tioproline turut serta Melawan Kanker
Tioproline adalah senyawa yang memiliki aktivitas sebagai antikanker. Lagi-lagi antikanker. Senyawa tiopriline yang terdapat pada biji petai adalah tioprthiazolidine-4-carboxylic acid.

Petai juga Mengandung Flavonoid yang Memberikan Efek Antioksidan
Antioksidan dalam tubuh berperan untuk melawan stress oksidatif. Stress oksidatif merupakan kondisi tidak ideal yang terjadi pada sel tubuh, salah satunya proses detoksifikasi yang tidak sempurna. Stress oksidatif juga berperan pada banyak kondisi abnormal tubuh seperti tekanan darah tinggi, kanker, hiperbilirubinemia, ateroskeloris, diabetes, dan sebagainya. Rajin mengonsumsi makanan kaya flavonoid sama artinya dengan mencegah stress oksidatif terjadi pada sel tubuh kita, membantu menghindarkan kita dari berbagai macam penyakit.

Polisulfida siklik dalam Petai Menghambat Pertumbuhan Bakteri
Polisukfida siklik yang terkandung di dalam petai ada yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri, yaitu hexathionine dan trithiolaneBerdasarkan hasil penelitian, kandungan tersebut dalam petai memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri gram negatif seperti Helicobacter pyloriEscherichia coli, Aeromonas hydrophilaStaphylococcus aureus, Streptococcus agalactiae, Streptococcus anginosus, dan Vibrio parahaemolyticus. Tetapi tidak efektif menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhimuriumSalmonella typhi, Shigella sonnei, Citrobacter freundiiEdwardsiella tarda Vibrio alginolyticus, dan Vibrio vulnificus.
=======
Hmm, banyak juga ya senyawa obat yang dikandungnya. Apakah betul-betul bisa digunakan langsung untuk terapi? Sejauh ini saya belum menemukan data ilmiah terapi dengan petai untuk mengobati penyakit-penyakit tertentu pada manusia. Informasi di atas diperoleh dari jurnal ilmiah yang penelitiannya dilakukan dengan menguji ekstrak petai (dalam berbagai jenis pelarut) terhadap binatang dan mikroba. Sementara untuk terapi pada manusia petai baru dilakukan secara tradisional dan belum terstandar.
Kita tentu harus ingat bahwa efikasi dalam mengobati penyakit atau kelainan tertentu salah satunya dipengaruhi oleh dosis. Berapa banyak petai yang diperlukan untuk bisa memberikan efek-efek tersebut? Apakah bila mengonsumsi petai dalam jumlah banyak sekaligus berharap salah satu efek bisa tercapai, apakah akan aman karena petai juga mengandung senyawa lain yang efeknya berbeda? Pertanyaan-pertanyaan ini tentu hanya bisa dijawab dengan baik setelah melalui riset.
Yang pasti, petai memiliki potensi untuk bisa dikembangkan sebagai obat herbal terstandar, misalnya dengan diekstrak dan dipisah-pisahkan komponennya berdasarkan efeknya masing-masing, lalu diproduksi menjadi sediaan obat atau suplemen (misal dalam kapsul) yang memiliki dosis tertentu, teruji efek dan keamanannya. Ini adalah ranah ahli botani, farmasis bahan alam, industri obat, dan dokter.
Nah, hal yang lebih umum dari konsumsi petai adalah untuk kuliner, ya kan. Kebanyakan orang menghindari memakan petai karena “aroma khas”-nya yang sangat kuat. Sebagiannya justru menikmatinya. Yang berikut ini penting diketahui oleh para penikmat petai, efek samping yang bisa muncul...

Senyawa Polisulfida Siklik dalam Petai Bertanggung Jawab terhadap Aroma dan Rasa Khasnya yang Kuat
Polisulfida siklik selain memiliki efek antibakteri, juga merupakan senyawa yang bertanggung jawab terhadap aroma dan rasa khasnya yang kuat. Polisulfida siklik yang terkandung di dalam petai yang dimaksud adalah hexathioninetrithiolanetetrathianepentathiopanepentathiocane, dan tetrathiepane. Aroma dan rasa yang long last di mulut dan urin ini ya yang biasanya membuat orang tidak suka memakan petai, dan "menjaga hidung" sementara dari orang lain seusai memakannya. Hehe.
Tannin dalam Petai dapat Menghambat Proses Pencernaan Protein dan Asam Amino
Dibandingkan dengan sayur dan buah yang lain, petai mengandung tannin dengan konsentrasi tinggi. Tannin dapat menghambat proses pencernaan protein dan asam amino. Oleh karena itu, anak-anak tidak disarankan mengonsumsi petai karena absorpsi protein penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya.
Petai Menganung Djenkolic Acid, Senyawa yang... Toksik!
Petai juga mengandung senyawa yang namanya nyentrik, yaitu djenkolic acidDjenkolic acid dapat mengkristal di dalam saluran kemih dan dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan sumbatan pada saluran kemih atau cedera ginjal akut. Djenkolic acid juga banyak terkandung dalam biji jengkol. Apakah memang karena itu dinamakan djenkolic acidHmm mungkin saja...
Djenkolic acid ini bisa berkurang kadarnya kalau direbus dulu sebelum dikonsumsi. Jadi, untuk menghindari efek samping dari makan petai pada ginjal, maka sebaiknya jangan dimakan mentah begitu saja, tetapi direbus dulu, dimasak, dan selalu ingat minum air putih yang banyak setelah makan petai. By the way.. setelah direbus, tentu ada beberapa senyawa larut air yang akan ikut hilang ya.. jadi mungkin saja manfaatnya akan berkurang. Paling tidak, kita mengurangi satu resiko berat pada saluran kemih dan ginjal kita. (kita? Saya kan ga makan petai. Hahaha)

====
Saya belum menemukan data ilmiah mengenai berapa rekomendasi maksimum konsumsi petai yang disarankan. Jadi menurut saya ya kembali lagi.. selama ginjal masih sehat, makan petai tidak berlebihan insya Allah aman-aman saja itupun sebaiknya direbus dulu dan disudahi dengan minum air putih yang banyak.. mm juga hargai orang lain yang tidak kuat dengan aroma nya. Hehehe.. Ngomong-ngomong berlebihan, memangnya berapa berlebihannya, itu dia yang masing-masing orang akan berbeda. Yang penting kenali dan perhatikan tanda-tanda efek samping yang muncul ya..
Featured image : Petai
Baca juga :
Share:

Disclaimer

Dear reader, Nothing is perfect, demikian juga konten di blog ini. Oleh karena itu, terimakasih untuk komentar, sharing, saran, kritik dan untuk kunjungannya ke blog saya, yang walaupun imperfect namun semoga bermanfaat. ♥ vidya ♥

Labels

Drop me a message

Name

Email *

Message *

Recent Posts

About me

Empat tahun mengenyam pendidikan S1 Sekolah Farmasi, saya melanjutkan Pendidikan Profesi Apoteker satu tahun. Alhamdulillah semuanya dilancarkan dan saya berkesempatan berkarya di dunia industri kosmetik setelah saya lulus Pendidikan Profesi. Tiga tahun berkiprah di dunia itu, saya memutuskan berhenti sementara dari dunia karir demi berkumpul dengan keluarga kecil di Leoben, Austria

Saya mengenal blog semenjak kuliah profesi. Saya memiliki blog pribadi dan bergabung menjadi author di www.apotekerbercerita.com. Sebelumnya saya hanya menumpahkan isi pikiran di diary. Namun saya baru menyadari kecintaan menulis justru setelah berada di Austria. Dengan menulis saya banyak membaca dan belajar, mengingat, belajar berkomunikasi, belajar bertanggung jawab dan akhirnya saya mengijinkan diri saya sedikit berbangga dan bahagia meskipun mungkin menurut orang itu biasa saja hihi. Saya merasa ada yang terobati setiap bisa menyelesaikan satu judul tulisan. Maka saya pikir tidak ada alasan untuk berhenti menulis.

Terimakasih kepada siapa saja yang sudah berkunjung, selamat membaca dan semoga konten webblog ini bisa bermanfaat.

Salam hangat,

Vidya