Mengurus Ijin Tinggal untuk Mendampingi Pasangan Sekolah di Austria

Ijin tinggal atau residence permit diperlukan ketika kita hendak tinggal di Austria selama

Beradaptasi dengan Day Care

Kolaborasi Orang tua, anak dan tim di masa awal menitipkan anak di daycare.

Mengenal kuman si biang penyakit

Apa itu patogen? Apa itu virulensi? Apa itu resistensi? Belajar tentang kuman yuk supaya kita tahu bagaimana mencegahnya

Dieser Sommerurlaub war....

abenteuerlich (adventurous)/anregend (stimulating)/ erstaunlich (amazing)/ ermüdend (tiring)/ bedrohlich (threatening

Toilet training untuk anak

Sharing pengalaman yuk bagaimana membuat si kecil supaya mau pergi ke toilet

Friday, 30 December 2016

Resep Muffin Coklat

Pertama bikin muffin coklat adalah dalam rangka belajar bikin kue-kuean manis buat sarapan. Karena suami suka muffin dan coklat, why not coba bikin muffin coklat. Cari-cari resep di internet, nemu yang mudah didapat bahan-bahannya. Setelah dicoba ternyata enak, semua suka, dan praktis, ga perlu mixer.  Langsung deh... catett.. hehehe.
Ini dia foto dan resepnya. Mudah-mudahan kebaca jelas.
Sumber resep : http://www.gutekueche.at/schokoladenmuffins-rezept-2017

Share:

Monday, 12 December 2016

Toilet Training Jilid II Hari ke-3 "ALARM DAN JAM PASIR"

Yess Alhamdulillah hari ini kami lalui dengan lebih santai dan anak masih bisa dibujuk rayu dengan stiker dan mainan. Hari ini kami juga konsisten memberlakukan metode alarm dan jam pasir.
Diaper yang 'menjaga'nya selama tidur saya lepas usai sarapan, cuci dan jemur baju anak yang terkena ompol. Setelah itu saya pasang alarm untuk 57 menit ke depan sebagai reminder untuk ke toilet.  Kenapa angkanya tanggung, wk3, kan kami menjadwalkan setap jam anak ke toilet. Kadang kami perlu waktu untuk membujuk, belum lagi kalau sudah di depan pintu toilet si anak gadis ini tiba-tiba kabur. Wkwkwk. Ditambah acara lepas celana dan naik ke potty rata-rata perlu 3 menit. Jadilah alarm nya per 57 menit bukan 60 menit.
Alarm ini beneran bikin kami orang tuanya jadi lebih santai. Stress berkurang. Kami tidak perlu sebentar-sebentar melirik jam dan mengingat-ingat jam berapa ya tadi terakhir pipis dan jam berapa nanti harus ke toilet lagi. Jadi lebih los. Yang penting jangan lupa alarmnya dipasang tiap habis pipis. He3...
Nah, ternyata alarm selain melegakan pikiran kami juga membuat anak kami dengan sendirinya lebih aware dengan jadwalnya ke toilet. Pada awalnya tiap alarm bunyi kami bilang, "aha! Waktunya ke toilet!". Alarm berikutnya sering dia dulu yang merespon.
Tutututut tutututut tututut.. (Alarm berbunyi)
"Watunya apa tuh??" (Waktunya ngapain tuh?) Tanya anak kami yang sedang asik bermain.
Masih soal manajemen waktu, jam pasir kami pakai selama di toilet. Kebetulan anak kami memang pernah saya belikan benda kecil ini sewaktu untuk belajar gosok gigi. Sekarang ternyata berguna juga untuk TT.
Terkadang pipis tidak langsung keluar setelah anak duduk. Harus menunggu beberapa menit, atau bahkan memang belum waktunya keluar. Nah, perkara 'menanti' memang sering bikin galau kan. Itulah fungsinya jam pasir, menghalau kegalauan. Tepat setelah anak duduk di potty, saya balikkan jam pasirnya. Jadi kami hanya perlu menunggu sampai pasirnya habis. Sambil memandangi jam pasir, pasang stiker, nyanyi-nyanyi, ngobrol, supaya tidak bosan. Yap! Bisa juga sih pakai jam, ya kira-kira sampai semua pasirnya turun itu sekitar 3 menit. Tapi saya rasa jam pasir lebih seru.. apalagi untuk anak-anak kan..
Apa yang kami dapat setelah 3 hari TT?
Buat kami orang tuanya, TT itu melatih kesabaran. Hari pertama kami jelaskan ke anak, kalau mau pipis bilang ya, jangan di celana, tapi di toilet. Anak tampak mengerti tapi kok masih bocor-bocor terus?
Ya, dengan kami jelaskan seperti itu dia memang jadi paham pipis itu di toilet. Tapi ternyata pipis sendiri itu apa, kapan itu akan terjadi, kebelet itu bagaimana, justru itu yang belum dia pahami, dan itu sama sekali bukan suatu kesalahan. Wk3... aduh.. ya maaf saya sendiri sudah lupa dulu pas bayi gimana.. hehehe... jadi ya wajar masih bocor.
Nah berdasarkan pengamatan trainer TT newbie ini, di awal-awal kalau sudah duduk di potty dan 'tidak terjadi apa-apa' itu juga kadang karena dia masih terbiasa dengan pipis bukan di potty. Jadi sampai sekarang kalau sekitar 3 menit jam pasir di potty belum juga keluar pipisnya, saya persilakan dia jongkok di shower room, maksimal 3 menitan juga, kalau lama-lama kan ya capek dan bosen kali ya. He3.
Saya percaya bahwa anak adalah peniru ulung. Jadi ya pelajaran dengan contoh real biasanya anak lebih cepat paham. Paham kan maksudnya.. hehe iya... diajak pipis bareng..
Alhamdulillah hari ini 7x pipis, 4 nya sudah di toilet. Tapi yang 4 ini masih karena jadwal. Bukan karena dia sudah ngeh 'aku kebelet pipis' terus bilang mau ke toilet. Wkwkwk.. perjalanan masih panjang tampaknya.. sabarrr semangattt 💪💪💪
Share:

Saturday, 10 December 2016

Toilet Training Jilid II Hari Ke-2 "MAINAN KECIL DAN STIKER LUCU"

TT pagi ini dimulai setelah kami selesai rutinitas sarapan pagi ditambah kegiatan baru : cuci dan jemur baju-baju yang kena ompol hasil TT seharian kemarin. Setelah itu diaper anak baru deh dilepas supaya agak 'selow' dulu selepas bangun tidur. Sarapan tenang hatipun nyaman... 😁
Rupanya dua hari ini kami bertiga cukup beruntung karena kok kebetulan anak selalu pupup pas diaper masih dipakai. Hehe Alhamdulillah jadinya bisa fokus dulu sama training pipis.
Training hari ini dimulai dengan anak yang pipis pas lagi mandi pagi. Yeyeyey! Gini kan jadi semangat dan gampang ngitung waktunya. Sama seperti kemarin, setiap jam anak dijadwalkan ke toilet. Kali ini bundanya sudah lebih siap mengantongi beberapa trik bujuk rayu supaya dia mau diajak ke toilet.
"Wah! Waktunya ke toilet! Ayuk.. ayuk.."
"Nein, bunda!"
"Eh, ayo kita bawa kugel bahn nya ke toilet" langsung angkut mainan kugel bahn nya, bawa ke toilet dengan harap-harap cemas dia ngikutin di belakang. Tapi ternyata berhasil (ngajak anak ke toilet) dengan cara ini. Meskipun eng ing eng... belum keluar pipisnya di toilet dan akhirnya bocor habis itu di celana. 😁
Sesi ke-2 ternyata cara tadi ga berhasil. Putar otak, muncullah ide lain.
"Ayo kita ke toilet, pipis trus nanti main binatang laut sama air!"
Yes... bunda menang lagi. Dia mau diajak ke toilet. Ya jadinya main air deh. Tapi masih sama belum beruntungnya, yang ditunggu-tunggu malah keluarnya setelah sudah pakai celana lagi 😅
Sesi ke-3 syukur deh ga perlu pakai iming-iming main air seperti sebelumnya. Suamiku pahlawanku datang tepat waktu. Dia pulang membawa stiker-stiker lucu. Langsung deh itu jadi andalan buat ngajak anak ke toilet. Kalau mau ke toilet, boleh tempel satu stiker di kamar mandi. Kalau pipis di toilet, boleh tempel satu lagi.
Hari ini saya lebih santai sih meskipun accidents masih banyak terjadi. Saya lebih santai setelah baca curhatan teman-teman sesama emak-emak tentang pengalaman TT anak mereka. Ada yang cepat lulus, ada yang butuh berbulan-bulan, ada yang tiba-tiba anaknya mundur lagi padahal sudah lulus TT, ada yang GDD jadi TT nya terlambat dan harus super sabar. Kemarin saya dan suami benar-benar meraba-raba sampai-sampai sempat kesal ke anak karena bocor-bocor terus. Huhu maafkan kami ya sayang. Ini TT anak pertama yang belajar bukan cuma anak tapi orang tuanya juga.
Hari ini sampai lepas sholat isya masih saja bocor. Si bocah sedang pura-pura tidur di sofa ketika kami mengakhiri solat dengan salam. Oleh bapaknya dieluslah kepalanya, maksud hati supaya tidur sekalian. Ga taunya malah bangun, turun dari sofa dia berdiri dan bermain-main. Saat dia ga pakai diaper, mata saya selalu sibuk mengamati bagian belakang celananya. Dan hyaa basah. Rupanya dia ngompol saat pura-pura tidur di sofa, ada jejaknya. 😌 Kalau dirangkum pencapaian TT hari ini, 1x berhasil pipis di toilet, 6x berturut-turut bocor.
Ahh.. saya jadi ga semangat deh.. tapi tetap menguatkan diri alasan kemarin mulai TT kan karena dia sudah sering menolak pakai diaper. Dengan ogah-ogahan saya bilang ke suami, "Aqila pipis tuh."
Karena bagian kakinya tampak kering, saya minta dia pergi ke toilet sendiri untuk lepas sendiri celananya dan tunggu saya datang untuk menceboki. Kamar mandi adalah kamar mandi kering, jadi insya Allah aman. Lucunya anak saya seperti kaget tau celananya basah, dia segera lari ke toilet. Selesai membereskan alat solat kami berdua menyusul ke toilet masih dengan tidak bersemangat. Begitu membuka pintu, alamak kaget saya. Saya pikir dia sedang di dalam ruang shower melepas celananya yang basah kena ompol. Ternyata dia tidak di sana. Dia sedang duduk di atas closet dengan celana legging yang sudah terbuka, CD masih terpakai, dan wajah memantu ke arah closet, mungkin menunggu pipis nya keluar padahal sudah keluar duluan di celana. Hihihiii... saya jadi berbunga-bunga. Semangat saya bangkit lagi. Yesss dia memang sudah siap untuk TT.
Entahlah kenapa tiga sesi toilet berikutnya selalu berhasil dan tak ada bocor lagi malam itu sebelum tidur. Alhamdulillah.. malam ini bisa tidur nyenyak... :D

Smiley kuning yg lagi senyum di atas toilet = pipis pada tempatnya
Smiley biru yg lagi nangis = pipis di celana 😁
2nd day : still so many accidents. Tp Alhamdulillah smiley kuning nya nambah banyak jg.
Mudah2an besok lebih baik lagi :)
You did it great my little princess! Met istirahat ya sayang.. bobo nyenyak.. charge energi sampai full buat besok. Heehe.. 😙😙
#potty_training #hari_2 #toilet_training
Share:

Friday, 9 December 2016

Toilet Training Jilid II Hari ke-1 "SEMUA MASIH MERABA-RABA.."

Hari ini kami mulai toilet train anak kami yang berusia 26 bulan. Ini training yang kedua sebenarnya. Yang pertama sekitar 2,5 bulan lalu tidak berhasil. 😅
Hari pertama training yg kedua ini sebenarnya sudah jauh lebih baik dari yg sebelumnya. Dia konsisten sekitar satu jam sekali pipisnya. Yang sebelumnya dalam satu jam bisa pipis berkali-kali. Wkwkwk. Hari ini so far sudah 7x pipis, 6 di antaranya accidents 😂  Masalahnya adalah dia tidak mau diajak ke toilet 😫 Padahal sebelumnya sangat tertarik untuk ke toilet, sekedar duduk-duduk di atas potty. Eucht.
Usaha yang sudah dilakukan hari ini :
1. Memujinya setelah berhasil pipis di toilet, yang rupanya itu keberhasilan pertama dan terakhir di hari ini 😅
2. Mengajaknya memasang stiker keberhasilan (aslinya ini print-an gambar smiley duduk di atas toilet, yang dipotong kecil-kecil, difungsikan kayak stiker. Kalau dia berhasil, olesin lem, tempel di tabel potty training.)
3. Tak henti-hentinya mengingatkan, memastikan dia mengerti, dan menawarkan ke toilet setiap menjelang jamnya untuk pipis.
Sementara yang terjadi adalah :
Sehabis pipis...
"Aqila.. nanti kalau mau pipis bilang dulu ya, ditahan, kita pipis di toilet. Jangan pipis di celana, di toilet aja, biar celananya engga basah, jadi tetap nyaman" (serius deh, dia udah paham arti nyaman. He3...)
"Yaa"
"Pinter. Bilangnya gimana?"
"Bundaa mau pipiis"
Bunda dan bapak pun tersenyum bangga.
Menjelang satu jam kemudian..
"Qila udah mau sejam nih, yuk pipis di toilet dulu"
"Ndak! Ndak!"
"Aqila mau pipis?"
"Aqila ndak mau pipis"
"Oke. Nanti bilang ya sebelum pipis, kita ke toilet.. (BELUM SAMPAI MINGKEM, TIBA2 UDAH BASAH)"
Dimulai dengan ketawa ketiwi bersama suami pada accident yang pertama, diakhiri dengan cemberut berjamaah di accident ke-6, terakhir sebelum dia tidur. Saat tidur, kami masih pakaikan dia diaper.
Ahhh pe-er banget ini membuat rayuan maut supaya dia mau dibujuk ke toilet.
Sejauh ini yang sudah terpikirkan (yang tadi ga sempat terpikirkan...)
1. Tawarkan ajak satu dari mainan-mainannya : si Mbak, dedek, Habibi, Teddy Bear, atau mainan lain ke toilet
2. Tawarkan pasang sticker lucu di toilet. Yang ini masalahnya belum ada hehehe... nunggu besok bapaknya beli dulu setelah solat Jumat.
3. Belum kepikiran ide lain....
Jadi ingat moto sahabat saya waktu SMA.. "Jalani hidup dengan senyuman ^_^". Mudah-mudahan hari esok lebih baik dari hari ini... 💪💪
Share:

Thursday, 24 November 2016

Fusili Keju Udang

Shock banget hari ini timbangan anak ga naik. Hikss.. Padahal bulan lalu naiknya membahagiakan. Curiga kalori makanannya kurang sebulan kemarin. Memang bulan ini dirinya lagi bosen keju-kejuan juga. Sedangkan bulan lalu, di makanannya, ya di lauk, ya karbo, ya sayur, hampir semuanya selalu ditambahin booster kalori, kalau ga keju ya santan, atau butter. Jadinya sebulan ke depan bertekad kembalikan keju dan santan ke piring. Lalu kita lihat hasilnya gimana. Yoossshh...
Tiba-tiba kepikiran bikin beginian buat merapihkan catatan resep pribadi, biar lebih menarik juga. Selama ini menu-menu favorit keluarga saya tulis aja manual di buku sakti. Hehe, tapi itu juga kalau lagi rajin aja. Semoga yang sekarang mah bisa lebih konsisten dan bermanfaat. Eh, semoga setelah di-post di blog ini bisa kebaca jelas juga. Aamiiin..

Menu ini simpel, praktis, bergizi, dan menarik buat anak. Kalau untuk anak saya, masih ditemani sup lagi di mangkok kecil di mejanya, supaya dia dapat juga asupan kaldu dan sari sayuran yang lain. Boleh lho kalau mau dicoba... hehehe.. :D :D
Share:

Monday, 7 November 2016

German Conversation Winter Semester 2016 #1st_day

Deutschkonversation Wintersemester 2016 #erster_Tag
Winter semester sudah dimulai sejak September yang lalu. German Conversation pun dimulai lagi. Ini adalah salah satu kegiatan sosial dari Leoben United Friends Team, komunitas informal yang merangkul semua warga asing yang punya aktivitas di Leoben. Native speaker nya adalah volunteer, tidak dibayar. Setiap peserta yang ikut juga tidak perlu membayar, hanya perlu menggantikan 10 sen untuk setiap lembar kopi modul singkat yang dibagikan. Rata-rata per hari maksimal 3 lembar atau bisa kurang atau kadang tidak ada kopi modul sama sekali.
Sama seperti tahun yang lalu, tahun ini diselenggarakan di Kulturbundraum Leoben (Gedung Federasi Budaya kota Leoben), setiap hari Kamis pukul 17.00 - 18.00 untuk Anfänger (Beginners) dan 18.00-19.00 untuk Fortgeschrittene (Advanced).
Germankonversattion bukanlah kursus Bahasa Jerman. Ini hanya semacam wadah bagi warga asing yang ingin melancarkan kemampuan berbicara Bahasa Jerman dengan baik. Native speaker akan selalu memancing setiap peserta untuk berbicara panjang dalam Bahasa Jerman, lalu mengoreksi jika terdapat kesalahan, menjawab jika ada yang ingin tahu, dan memberikan cerita tentang budaya-budaya di sekitar Austria, Jerman, dan negara-negara lain di Eropa. Setiap pertanyaan harus dalam Bahasa Jerman, penjelasan juga dalam Bahasa Jerman. Kalau sudah benar-benar kesulitan, Bahasa Inggris boleh digunakan.
Sumber : FB Group LUFT (https://www.facebook.com/groups/207051819309184/?fref=ts)
Setiap pertemuan akan memperbincangkan topik tertentu. Misalnya, hari pertama kemarin adalah sesi perkenalan dan menceritakan pengalaman liburan musim panas.
Native speaker-nya adalah Mag. Christa Marthin. Beliau adalah seorang ibu pengajar yang berasal dari Dresden, Jerman dan sudah berpengalaman selama 40 tahun mengajar Bahasa Jerman dan Bahasa Inggris. Saat ini beliau sudah pensiun dari pekerjaannya, tetapi masih aktif mengajar untuk kegiatan-kegiatan sosial seperti Deutschkonversation ini, mengajar bahasa untuk anak-anak yang memiliki "keterbatasan" mental, mengajar bahasa Jerman untuk pengungsi Timur Tengah, dan lain-lain.
Erster Tag - Anfänger
Hari pertama setiap peserta memperkenalkan diri dalam Bahasa Jerman, diawali oleh Frau Christa Martha yang memberikan contoh. Setiap orang setidaknya dalam perkenalannya dapat menjawab semua pertanyaan berikut :
1. Wie heißen Sie? (What is your name?)
2. Woher kommen Sie? (Where do you come from?)
3. Wie lange sind Sie in Österreich? (How long have you been in Austria?)
4. Wo wohnen Sie? (Where do you live?)
5. Seit wann lernen Sie Deutsch? (Since when have you learned German?)
6. Sind Sie verheiratet? (Are you married?)
7. Haben Sie Kinder? (Do you have children?)
8. Was machen Sie gerne in Ihrer Freizeit? (What do you do in your holiday?)
9. Was ist Ihr Lieblingsessen? (What is your favorite food?)
10. Was essen Sie gar nicht gerne? (What food you don't like at all?)
Hallo. Ich heiße Vidyasari. Ich komme aus Indonesien. Mein Name besteht aus nur einem Wort. Das ist Vorname. Ich habe keinen mittleren Namen und keinen Familiennamen. Das ist normal in Indonesien, nicht wie hier, dass jedermann Familienname haben sollte. Ich komme hier, um meinen Mann zu begleiten. Er erhält Stipendium des ÖAD zum Doktorat in Uni. Seine Abteilung ist Wirtschaftsgeologie. Wir haben eine Tochter. Sie ist jetzt zwei Jahre alt. Ich und meine Tochter sind hier seit einem Jahr, sechs Monate nachdem mein Mann hier angekommen. Ich bin eine Apothekerin. Hier muss gut Deutsch sprechen können, zu arbeiten oder Magister zu studieren. Deshalb lerne ich Deutsch und versuche so viel wie möglich zu üben. Ich möchte auch soziale Kontakte mit dem Bürger auf Deutsch machen. Ich habe Deutsch seit 15 Monaten gelernt. Aber ich habe auf Deutschkurs nur für zwei Monate besucht. Ich lese, wandere, reise, koche, und schreibe gerne. Rührei ist mein Lieblingsessen. Ich mag kein Essen, das zu scharf ist.
(*)
Erster Tag - Fortgeschrittene
Setelah perkenalan singkat, pada sesi ini tiap orang diminta untuk menceritakan liburan musim panasnya secara bergiliran, dengan bantuan beberapa kata kunci yang sudah tertulis pada potongan kertas kecil. Satu potong kertas, satu kata kunci. Kata kunci yang sudah digunakan oleh orang sebelumnya tidak boleh digunakan lagi oleh orang sesudahnya, kecuali jika tidak ada lagi yang sesuai.
Cerita dimulai dengan "Dieser Sommerurlaub war...." (this summer holiday was...)
Dieser Sommerurlaub war...
Kata kunci :
abenteuerlich (adventurous)
anregend (stimulating)
erstaunlich (amazing)
belastend (burdensome)
ermüdend (tiring)
bedrohlich (threatening)
traurig (sad)
schön (beautiful)
langweilig (boring)
zu lange (too long)
zu kurz (too short)
interessant (interesting)
heiß (hot)
Dieser Sommerurlaub war...
interessant. Dieser Sommerurlaub wurde durch Eid Mubarak Feier begonnen. Ich habe es mit anderen Indonesischen-Moslems, die in Österreich leben, gefeiert. Wir haben in Indonesien Botschaft für Wien gefeiert. Die Botschaft hat Indonesischen-spezielle-Kulinarisch für Eid zur Verfügung gestellt.
Aber drei Tage danach, muss meine Tochter im Krankenhaus behandelt werden. Sie hat akuter Halsschmerzen gehabt. Es war sehr hart, damit sie nicht trinken und essen wollte. Da war sie dehydriert. Sie ist fünf Tage im Krankenhaus geblieben. Das war traurig. Gott sei Dank, war sie endlich gesund nach dem vier Tage.
Danach sind ich und meine Tochter auf dem Drei Zinnen gewandert. Die Landschaft entlang des Wanderweges war sehr schön. Wir haben es wirklich genossen. Das Wetter war warm, nicht zu heiß, nicht zu kalt. Sehr schön. Das war wirklich abenteuerlich, erstaunlich, schön und interessant.
Dieser Sommerurlaub war auch ermüdend, weil wir umgezogen sind. Wir haben unsere neue Wohnung und den Geburtstag unserer Tochter zusammen gefeiert.
Zum glücklich, gibt es eine größte Airshow in der Provinz. Es war wirklich erstaunlich, entweder die Show und das Publikum.
Leider ist meine Tochter noch einmal im Krankenhaus geblieben. Diesmal wegen starkem Erbrechen und Durchfall, verursacht durch Rotavirus. Fünf Tage im Krankenhaus. Zwei Tage später hat mein Vater in Indonesien einen Unfall bekommen. Er hat mittlere Kopfverletzung bis zum Koma. Die waren wirklich traurig. Gott sei Dank, jetzt meine Tochter ist gut und mein Vater wird immer besser nach Gehirnchirurgie.
Dieser sommerurlaub ist durch Ausflug nach Innsbruck beendet worden. Wir sind nach Innsbruck gefahren, weil mein Mann als Sprecher in einer Konferenz eingeladen wurde. Sein Departement hat alle Kosten der Unterkunft für Sprecher und Familie bezahlt. Während mein Mann an der Veranstaltung teilgenommen hat, sind ich und meine Tochter auf dem Nordkette-Berg gewandert, Alpen Zoo besucht, und auch um die Stadt herum gegangen. Es sollte 100 % interessant sein, aber es war nicht. Ich konnte nicht die Reise genießen, während mein Vater kämpfte gegen seine Chirurgie Rehabilitation.
So viele Dinge sind passiert. Dieser Sommerurlaub war interessant, abenteuerlich, erstaunlich, schön, aber auch ermüdend und traurig.
(*)
*Struktur kalimat berbahasa Jerman dan penulisannya tidak dijamin kebenarannya 100%, karena ditulis semata-mata hanya sebagai latihan. Harap maklum dan menerima koreksi dengan tangan terbuka bila ada yang kurang tepat. Terimakasih ;);)
Share:

Saturday, 22 October 2016

Mengapa Perlu Mengisi Buku-Kesehatan-Ibu-dan-Anak?

Pastikan Buku-Kesehatan-Ibu-dan-Anak kita terisi dengan lengkap ya setiap kali kunjungan ke dokter. Ingatkan dokter jika beliau lupa. Seringkali sulit bagi kita mengingat informasi medis dan tumbuh kembang anak yang penting di kemudian hari, apalagi jika anak kita kemudian memiliki adik, dan adiknya punya adik lagi, dan seterusnya. Hehe. Juga, seringkali di ruang tunggu praktek, sedang menunggu anak kecil lain yang kesakitan. Informasi cepat dan akurat di Buku-Kesehatan-Ibu-dan-Anak akan mengurangi waktu yang terbuang karena kita harus mengingat-ingat informasi detail di masa lalu. Pemeriksaan jadi efisien, efektif, tapi menyeluruh terhadap anak kita.
Yuk, kita bantu ciptakan pelayanan kesehatan berkelanjutan dan menyeluruh untuk anak-anak kita. 💪:)💪
Sekitar 3 bulanan yang lalu, datang surat dari Eltern Kind Information Service (Layanan Informasi Orang Tua dan Anak dari pemerintah Austria) ke alamat kami. Isi surat tersebut adalah reminder jadwal untuk pemeriksaan tumbuh kembang oleh dokter spesialis anak untuk anak-anak usia 22-26 bulan. Pemeriksaan tersebut gratis untuk setiap anak yang memiliki ijin tinggal di Austria.
Setelah sempat tertunda karena anak saya terserang Rotavirus, akhirnya pekan lalu saya dan anak bertandang ke tempat praktek dokter spesialis anak. Baik resepsionis, asisten dokter, maupun dokter anaknya, semuanya menanyakan apakah saya memiliki "Mutter-Kind-Pass", Buku-Kesehatan-Ibu-dan-Anak yang dikeluarkan oleh pemerintah Republik Austria. Saya katakan tidak, karena anak saya lahir di Indonesia, sembari menyerahkan buku serupa yang saya dapatkan setelah persalinan di Indonesia.
Dokter dengan telaten membolak-balik satu-persatu halaman dari awal hingga akhir. Sepertinya agak sedikit kecewa karena tidak semua informasi yang beliau cari tertulis di buku atau mungkin juga justru terkesima pada gambar-gambar karikatur di setiap halamannya, who knows :D Tapi beliau sempat bermonolog mengapa tabel-tabelnya dibiarkan kosong tidak terisi (tabel bagian pemeriksaan selama hamil dan pasca melahirkan).
Rupanya informasi-informasi berikut ini yang beliau inginkan (yang selalu didokumentasikan oleh dokter kandungan dan dokter anak di dalam Mutter-Kind-Pass) :
1. Hasil pemeriksaan selama kehamilan, termasuk hasil tes lab dan USG
2. Medikasi apa saja yang ibu jalani selama hamil
3. Catatan persalinan
4. Hasil pemeriksaan bayi seketika setelah lahir
5. Hasil pemeriksaan ibu selama masa nifas, termasuk medikasi dan imunisasi terhadap ibu
6. Hasil pemeriksaan tumbuh kembang bayi berkala yang pernah dijalani sebelumnya (termasuk di antaranya berat & tinggi badan, serta lingkar kepala)
7. Rekam vaksinasi
Di Buku-Kesehatan-Ibu-dan-Anak milik saya (diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia) sebenarnya ke-tujuh poin tersebut sudah ada form, tabel, maupun chart nya. Namun, hanya bagian Catatan Persalinan, Rekam Vaksinasi, dan Grafik Berat Badan bulanan saja yang terisi. Lainnya kosong, baik hasil pemeriksaan selama hamil maupun pemeriksaan tumbuh kembang.
Bagian pemeriksaan hamil memang dibiarkan kosong karena diisi di Buku-Kesehatan-Ibu-dan-Anak dari RSIA Hermina Pasteur (selama 8 bulan pertama kehamilan saya tinggal di Bandung). Setelahnya hingga persalinan berada di Wonosobo. Nah, di bagian pemeriksaan tumbuh kembang, memang pada saat itu, hasil pemeriksaan tumbuh kembang anak saya di Indonesia selalu dilakukan berbarengan dengan vaksinasi. Rekam tumbuh kembang dicatatnya hanya di rekam medis dokter dan kepala saya, tidak dicatat di buku. Yang dicatat hanya rekam vaksinasi dan berat badan anak.
Selama di Indonesia, vaksinasi sekaligus konsultasi tumbuh kembang anak saya sempat dilakukan di 3 kota yang berbeda. Jadi, 3 dokter anak yang berbeda. Pada saat pemeriksaan sudah terbiasa dengar pertanyaan-pertanyaan tentang "masa lalu", seperti kapan tumbuh gigi pertama kali, merangkak, jalan, makan, tinggi badan saat umur sekian, sakit atau sehat ketika chart berat badan turun, riwayat sakit, dsb. Kadang terjawab dengan lancar, kadang hanya perkiraan karena tidak mungkin bisa ingat semuanya dengan detail. Informasi kira-kira ini sepertinya sudah jadi hal yang biasa dan dimaklumi. Mungkin juga karena anak saya Alhamdulillah tidak memiliki tanda kelainan apapun. Tapi ketika sesuatu tidak diharapkan terjadi, misal seperti kok beberapa bulan yang lalu berat badan di grafik KMS turun drastis. Apa yang terjadi waktu itu secara medis, konsultasi dengan dokter hanya bisa menghasilkan kesimpulan mentah karena data aktual hanya "di awang-awang" pada saat konsultasi.
Berbeda ketika hal serupa dilakukan di sini. Mungkin juga karena informasi demikian seharusnya tidak perlu dikira-kira karena tinggal dibuka di Buku-Kesehatan-Ibu-dan-Anak seandainya saja setiap konsultasi selalu terdokumentasi. Tenaga kesehatan di sini sudah terbiasa mendapatkan semua informasi tumbuh kembang yang diperlukan dari Mutter-Kind-Psss, sehingga jika terdapat ketidaksesuaian tumbuh kembang bisa terdeteksi dan diantisipasi resiko beratnya sejak dini. Pernyataan yang saya bold tertulis di Mutter-Kind-Pass.
Akhirnya, dokter memberikan saya Mutter-Kind-Pass terbitan kementerian kesehatan Austria itu, dan meminta saya mengisikan sendiri hasil-hasil pemeriksaan yang umum selama di Indonesia ke kolom-kolom yang ada, misalnya seperti perkembangannya, riwayat sakitnya, dll yang umum.
Sekilas tentang Mutter-Kind-Pass Rep. Austria berdasarkan pemahaman saya setelah membaca seluruh isi buku ini.
Mutter-Kind-Pass adalah sebuah ide bagus untuk menjaga sistem pelayanan kesehatan berkelanjutan pada seorang anak dimulai sejak dirinya berada di dalam kandungan. Ibu hamil di Austria akan mendapatkan Mutter-Kind-Pass sejak pertama kunjungannya ke dokter Obgyn. Semua rumah sakit dan dokter menggunakan Mutter-Kind-Pass yang sama.
Sesuai namanya "Pass" (=passport (EN)), memang ukurannya similar dengan paspor. Isinya sangat to the point. Hanya pengantar, lalu jadwal kontrol ibu dan anak, serta form yang mencakup ke-7 poin di atas tadi.
Pada Mutter-Kind-Pass juga disertakan brosur terpisah knowledge management untuk ibu hamil dan menyusui serta tumbuh kembang anak.
Setiap kontrol, dokter akan mencatat hasil pemeriksaan pada rekam medis di tempat prakteknya juga pada Mutter-Kind-Pass. Ini sudah menjadi SOP nya. Sehingga ke dokter mana pun bumil, busui, dan anaknya kontrol, dokter yang baru akan mendapatkan gambaran kondisi kesehatan sebelumnya dari Mutter-Kind-Pass. Informasi diperoleh dengan akurat dan cepat. Selain kontrol rutin, jika suatu saat terserang penyakit atau kelainan tertentu, dokter akan menelusuri faktor resiko penyebabnya secara menyeluruh, jika diperlukan, termasuk informasi mengenai medikasi terhadap ibu selama kehamilan.
Bagaimana kalau Mutter-Kind-Pass lupa dibawa ya saat ke dokter? Hmm kayaknya mah ga akan lupa sih, karena rupanya Mutter-Kind-Pass ini adalah "tiket" untuk mendapatkan tunjangan untuk ibu dan anak dari pemerintah. Ya, setiap anak yang ayahnya sudah membayar pajak penghasilan kepada pemerintah Austria, berhak mendapatkan tunjangan. Nah ibunya juga, kalau mau tidak bekerja, berhak mendapatkan tunjangan selama 2 tahun, dan disebut sebagai Karenz. Totally normal, pajaknya saja besar.. kurang lebih 45% dari penghasilan brutto 😮😮.
Kembali ke Mutter-Kind-Pass. Di dalam nya tertera jadwal 5x pemeriksaan wajib selama hamil, dan 5x tidak wajib, beberapa kali pemeriksaan selama nifas, dan 9x pemeriksaan tumbuh kembang anak setelah lahir.
Pemeriksaan Wajib untuk Ibu Hamil :
1. 1× pada usia kehamilan 16W (cek darah)
2. 1x pada usia kehamilan 17-20W (cek dalam)
3. 1x pada usia kehamilan 25-28W (cek darah)
4. 1x pada usia kehamilan 30-34W
5. 1x pada usia kehamilan 38W
Pemeriksaan tidak wajib ibu hamil :
1. 1x USG pada usia kehamilan 8-12W
2. 1x USG pada usia kehamilan 18-22W
3. 1x USG pada usia kehamilan 30-34W
4. 1× USG setelah anak lahir minggu pertama
5. 1× USG setelah anak lahir 6-8 minggu
Pemeriksaan wajib untuk anak (di luar jadwal imunisasi) :
1. 1x pada minggu pertama kelahirannya
2. 1x pada minggu ke-4 sampai ke-7 (termasuk pemeriksaan ortopedi)
3. 1x pada bulan ke-3 sampai 5
4. 1x pada bulan ke-7 sampai 9 (termasuk pemeriksaan THT)
5. 1x pada bulan ke-10 sampai 14 (termasuk pemeriksaan mata)
Pemeriksaan tidak wajib untuk anak :
1. 1× pada bulan ke-22 sampai 26 (termasuk pemeriksaan mata)
2. 1x pada bulan ke-34 sampai 38, sekitar ulang tahun anak ke-3
3. 1x pada bulan ke-46 sampai 50, sekitar ulang tahun anak ke-4
4. 1x pada bulan ke-58 sampai 62, sekitar ulang tahun anak ke-5
Status pemeriksaan "wajib" dan "tidak wajib" dalam Mutter-Kind-Pass berpengaruh pada pencairan tunjangan. Seluruh pemeriksaan wajib harus terlaksana dan terdokumentasi, stempel dan cap dokter di Mutter-Kind-Pass seusai pemeriksaan harus ditunjukkan kepada pihak asuransi. Di sini kantor asuransi berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam urusan pencairan tunjangan. Tidak terlaksananya pemeriksaan wajib akan menyebabkan tunjangan dihentikan atau dikurangi. Sementara pemeriksaan tidak wajib, jika tidak dilaksanakan maka tidak akan mempengaruhi tunjangan.
Jadi, dalam situasi saya, walaupun pemeriksaan tumbuh kembang dilakukan berkali-kali selama di Indonesia dan bisa disinkronkan waktunya apakah sesuai dengan jadwal yang diwajibkan untuk kontrol, tetap tidak bisa digunakan untuk mencairkan tunjangan karena tidak ada dokumentasi, cap, dan stempel asli dari dokter yang memeriksa.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pelajaran kali ini : Pastikan Buku Kesehatan Ibu dan Anak kita terisi dengan lengkap ya setiap kali kunjungan ke dokter. Ingatkan dokter jika beliau lupa. Seringkali sulit bagi kita mengingat informasi medis dan tumbuh kembang anak yang penting di kemudian hari, apalagi jika anak kita kemudian memiliki adik, dan adiknya punya adik lagi, dan seterusnya. Hehe. Yuk, kita bantu ciptakan pelayanan kesehatan berkelanjutan dan menyeluruh untuk anak-anak kita. 💪:)💪
Salam dari Leoben, Austria.
Share:

Disclaimer

Dear reader, Nothing is perfect, demikian juga konten di blog ini. Oleh karena itu, terimakasih untuk komentar, sharing, saran, kritik dan untuk kunjungannya ke blog saya, yang walaupun imperfect namun semoga bermanfaat. ♥ vidya ♥

Labels

Drop me a message

Name

Email *

Message *

Recent Posts

About me

Empat tahun mengenyam pendidikan S1 Sekolah Farmasi, saya melanjutkan Pendidikan Profesi Apoteker satu tahun. Alhamdulillah semuanya dilancarkan dan saya berkesempatan berkarya di dunia industri kosmetik setelah saya lulus Pendidikan Profesi. Tiga tahun berkiprah di dunia itu, saya memutuskan berhenti sementara dari dunia karir demi berkumpul dengan keluarga kecil di Leoben, Austria

Saya mengenal blog semenjak kuliah profesi. Saya memiliki blog pribadi dan bergabung menjadi author di www.apotekerbercerita.com. Sebelumnya saya hanya menumpahkan isi pikiran di diary. Namun saya baru menyadari kecintaan menulis justru setelah berada di Austria. Dengan menulis saya banyak membaca dan belajar, mengingat, belajar berkomunikasi, belajar bertanggung jawab dan akhirnya saya mengijinkan diri saya sedikit berbangga dan bahagia meskipun mungkin menurut orang itu biasa saja hihi. Saya merasa ada yang terobati setiap bisa menyelesaikan satu judul tulisan. Maka saya pikir tidak ada alasan untuk berhenti menulis.

Terimakasih kepada siapa saja yang sudah berkunjung, selamat membaca dan semoga konten webblog ini bisa bermanfaat.

Salam hangat,

Vidya