Mengurus Ijin Tinggal untuk Mendampingi Pasangan Sekolah di Austria

Ijin tinggal atau residence permit diperlukan ketika kita hendak tinggal di Austria selama

Beradaptasi dengan Day Care

Kolaborasi Orang tua, anak dan tim di masa awal menitipkan anak di daycare.

Mengenal kuman si biang penyakit

Apa itu patogen? Apa itu virulensi? Apa itu resistensi? Belajar tentang kuman yuk supaya kita tahu bagaimana mencegahnya

Dieser Sommerurlaub war....

abenteuerlich (adventurous)/anregend (stimulating)/ erstaunlich (amazing)/ ermüdend (tiring)/ bedrohlich (threatening

Toilet training untuk anak

Sharing pengalaman yuk bagaimana membuat si kecil supaya mau pergi ke toilet

Monday, 13 February 2017

Buku Resep Favorit

Ini buku resep favorit saya, judulnya Kochen für Kinder karya Dagmar von Cramm (author) dan Michael Brauner (fotografer). (I thank both of you, the editor, the publisher, and those who gave this to me :)). Buku ini sejatinya warisan dari kolega suami saya (orang Austria), kalau tidak salah dalam bulan pertama kedatangan saya di Leoben. Sebetulnya saya tidak yakin buku ini diberikan untuk saya atau dipinjamkan. Hahaha. Soalnya menurut saya buku resep ini kece badai.



Dagmar von Cramm, sang author, pengalamannya dalam dunia nutrisi keluarga bisa dicek di sini. Yang saya tangkap beliau seorang Ekotropolog (ahli nutrisi, household, dan ekonomi).

Buat saya yang tidak jago memasak cantik dan perbendaharaan resepnya belum banyak, buku ini kitab banget. Kenapa? Ini dia alasannya :

+ Di dalam buku ini dituliskan kurang-lebih 250 resep makanan yang banyak disukai anak dan yang paling penting : PRAKTIS. Ini menolong banget apalagi di saat anak GTM dan mati gaya ga ada ide lagi mau masak apa. Meskipun judul resepnya untuk anak, tapi banyak resep yang sudah saya coba juga cocok di lidah dewasa. Jadi enak, masak sekalian buat sekeluarga.

+ Resep-resep yang ada disusun berurutan sesuai dengan umur anak. Jadi sudah mirip seperti jadwal menu harian dari awal MPASI sampai nanti usia sekolah. Dimulai dari pure-pure-an sampai akhirnya sama seperti masakan dewasa.

+  Setiap resepnya dilengkapi dengan gambar yang menarik, full color, dan high resolution. Ngeliatnya doang aja sering bikin mupeng dan semangat buat bikin juga. Hehe. Sekarang malah anak saya sudah suka milih, buka bukunya, bolak-balik, liat gambarnya lalu teriak2, "Mauu dimata-in inii. Mauu yang inii.” Nah untung ya dia mah ga protes kalau hasil masakan bundanya beda ‘penampakan’ dengan yang di gambar. Hihihi. I often need to try more than once just to become slightly like an expert :D



+ Setiap resep juga dilengkapi perkiraan waktu preparasi, nilai ekonomis, nutrition value, serta kalorinya.

+ Tidak hanya resep yang ditulis di dalam buku ini, tetapi juga ulasan tentang bagaimana sebaiknya asupan untuk si kecil sejak suapan yang pertama, tahun pertama, masa balita, anak-anak, saran asupan untuk anak yang sedang sakit, tentang hubungan makanan dan kesehatan gigi, serta rangkuman berisi sumber-sumber vitamin dan mineral tertentu itu ada di bahan apa aja. 

+ Jenis makanannya sangat bervariasi. Ada pure, sup krim, pasta, panggang-panggangan, roti tawar, puding, shake, jus, salad, keju-kejuan sembunyi, olahan nasi, pancake, steak, nugget.. dari gambarnya kira-kira 97% menarik dan mudah diiolah oleh chef lokal seperti saya. (lokal di keluarga.. Hehehe).

+ Menggunakan Bahasa Jerman yang mudah dipahami meskipun dengan bantuan google translate. Hihihi. Ini sih so personal ya. Karena kebetulan saya juga sedang belajar Bahasa Jerman jadilah buku ini salah satu cara memperbanyak kosakata dan memahami kalimat resep yang fun buat saya.

+ Menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di supermarket. Dan sebetulnya ada juga bahan-bahannya di Indonesia. Ini membantuuu banget deh.

Waktu saya sekeluarga awal-awal di sini, kami bertahan dengan masakan ala Indonesia meskipun dengan bumbu dan bahan seadanya. Karena tidak semua bumbu dan bahan makanan di Indonesia ada di sini. Kalaupun ada, sebagian besarnya relatif lebih mahal harganya dibandingkan bahan-bahan lokal. Misalnya, sayuran untuk salat kebanyakan lebih murah daripada jagung. Kentang lebih murah daripada beras. Keju lebih murah daripada santan. Ayam lebih murah daripada tahu dan tempe. Bawang putih tidak selalu ada. Dan sebagainya.

Awal-awal kami bertahan dengan masakan nusantara karena memang tidak terbiasa makan keju, salat, pasta, ga bisa juga ngolahnya bagaimana yang menarik dan enak. Sampai akhirnya kami bosan sendiri. Wkk. Dengan membuka diri terhadap makanan lokal hidup jadi lebih mudah. Tentunya tetap ya cari yang halal.

Nah saya juga tidak mau nutup-nutupin nih, tetap aja ya ada kelemahannya. Sedikiit. Yaitu, resep-resep yang ada di buku ini, kata yang mewarisi, adalah tipe masakan Jerman, bukan Austria. Jadi ada beberapa nama bahan yang beda dengan di Austria, meskipun sama-sama bahasa ibunya Bahasa Jerman. Hihi. Kalau tidak berhasil menemukan di rak bahannya, ya saya atau suami nanya aja sama mbak yang lagi kerja di supermarket, biasanya bahan itu ada tapi namanya lain. Contoh : bahasa Inggris quark, di Jerman : Magerquark, di Austria Topfchen. Nah bahasa Indonesia apa ya ini, quark juga atau....hehe saya belum tau. Ah.. learning languages in a real life is always interesting.

Buku ini selalu setia berada di pojokan meja makan kami. Alhamdulillah meja makan kami posisinya strategis (baca: dekat dengan kitchen set :D ), jadi udah enak menyimpannya di situ. Sambil nemenin anak saya makan, buka-buka deh bukunya, mau masak apa ya besok, besoknya, lalu besoknya lagi.. supaya belanjanya sekalian. Nanti ketika masak, tinggal dibuka saja bukunya alias nyontek. Ehehe. Ya beginilah ibu-ibu newbie. Kalau masakannya berhasil dan lumayan fotogenik penyajiannya, biasanya saya foto. Hahahaa.

Karena selera setiap orang berbeda, tentunya tidak semua resep di buku ini cocok dengan lidah kami. Saya yakin di keluarga yang lain pun kemungkinan besar begitu. Jadi biasanya, setelah dicicipi tuh sama jurinya alias pak suami dan anak, kalau rasanya enak dan cocok dengan lidah mereka, foto nya lalu saya edit sedikit,  dibubuhi tulisan resepnya, simpan di satu folder di laptop, dan tidak lupa di share di blog, ig, fb.. hehehe. Keberhasilan yang positif itu patut dirayakan kan.. dan siapa tau bermanfaat juga untuk yang baca. Yang pasti minimal akan berguna untuk dapur kami sendiri insya Allah di masa depan, karena saya orangnya pelupa. Akan lebih praktis daripada nyari-nyari lagi di buku.



Nah, kesimpulannya, buku ini recommended. If this book is a shop, so this will be a one stop shopping. I love this book so much!

Saya cari-cari di Amazon harganya sekitar EUR29 yang baru, EUR6 yang second. Hanya saja memang bahasa nya Jerman. Saya belum tau apakah terbit juga terjemahannya di Indonesia?


Apa ya buku sejenis yang recommended di Indonesia? Share dong Bund.. Tante.. Teteh.. Mbak.. Dek.. hehehe.


===
Baca juga : Resep Apfel StrudelResep Sup Telur Sayur, Resep Muffin Coklat, Resep Fusili Keju Udang, Resep Ayam Panggang Paprika, Resep Muffin Cake for Baby

Share:

Saturday, 11 February 2017

Menceritakan Tindakan yang Sudah Terjadi dalam Bahasa Jerman

Gestern war ich sehr fröhlich. Ich bin fast den ganzen Tag zu hause geblieben. Ich habe meine Website aktiviert. Vorher habe ich WordPress benutzt. Aber ich musste viel bezahlt, um eigene Domain zu haben. Ich wäre $18 pro Jahr gebraucht. Glücklich mein Man hat meine neue Blogspotkonto registriert. Dann hat er gezeigt Blogspot zu benutzen und meine vorbei Schreiben zu umgezogen. Deshalb habe ich nur ungefähr $3 bezahlt. Vielen Dank liebe Andy. Du hast mir sehr geholfen. Du musst so stolz auf deine Frau sein, die so sparsam ist.

(Kemarin saya senang sekali. Hampir seharian saya di rumah. Kemarin saya mengaktifkan website saya. Sebelumnya saya menggunakan wordpress. Tapi saya harus bayar mahal supaya punya domain sendiri. Saya akan perlu $18 dollar per tahun. Beruntunglah suami saya mendaftarkan akun Blogspot baru untuk saya. Setelah itu dia nunjukin, cara pakai Blogspot dan cara mindahin tulisan-tulisan lawas saya. Makanya itu, saya cuma bayar kurang lebih $3. Makasih ya mas suami. Dirimu sudah banyak membantu. Pasti dirimu bangga sekali kan punya istri yang itungan. #Hahaha.)

====

Cerita di atas adalah contoh cerita yang sebagian kalimatnya menceritakan kejadian yang sudah terjadi. Cerita tersebut ditulis untuk PR kursus Jerman yang baru saya kerjain setelah kursusnya selesai karena waktu sesi pengumpulan saya tidak bisa hadir (harusnya mah disusulin minggu depannya bisa, hihihi bandel. jangan ditiru :))

Kalau dicermati, kalimat yang dicetak bold itu, semua memiliki pola yang sama, yaitu :

Subyek + habe/hat/bin + Obyek/ kata keterangan + kata kerja Partizip II.

Dengan kata penghubung vorher (sebelumnya), deshalb (oleh karena itu), dort (di sana), dabei (di sana), danach (setelah itu) polanya menjadi :

Vorher/ deshalb/ dort/ dabei/ danach + habe + subyek + Obyek/ kata keterangan + kata kerja Partizip II.

Namun pada intinya kedua pola di atas sama, sama-sama melibatkan habe/ hat/ bin + kata kerja Partizip II. Ini adalah bentuk kalimat Perfekt alias kalimat yang digunakan untuk menceritakan kejadian yang sudah berlalu.

====

Struktur kalimat Perfekt dalam Bahasa Jerman mirip dengan Perfect tense dalam bahasa Inggris, namun memiliki arti sama dengan simpel past tense. Jadi ketika ingin mentranslate ke Bahasa Jerman dengan translate.google.com biasanya saya ketikkan bentuk perfect tense dalam Bahasa Inggris, bukan simpel past tense. Karena terjemahan simple past tense di google translate sama dengan kalimat Präteritum atau kalimat lampau juga tetapi hanya digunakan sebagai bahasa tulisan, terutama di dalam surat kabar dan textbook. Tetapi tetap ya, terjemahan google translate tidak selalu benar. Untung banyak situs grammar corector, misalnya seperti Language Tool

Nah supaya tidak jadi rancu antara kalimat Perfekt bahasa Jerman dan Perfect tense bahasa Inggris, ini kurang lebih perbedaannya :


Kalimat Perfekt Bahasa Jerman
Perfect Tense Bahasa Inggris
Ciri
haben (hat)/ sein (bin/ sind/ ist) + kata kerja Partizip II
Auxilliary (have/ has) + kata kerja lampau II
Makna
·       Kejadian sudah selesai.
·       Akan selesai terjadi pada waktu tertentu (disebutkan waktunya dalam kalimat) di masa depan.
Sudah mulai terjadi sejak satu waktu di masa lampau tetapi masih dijalani hingga sekarang.

===

Nah, dari tabel di atas sudah jelas bahwa pengganti auxillary dalam bahasa Jerman adalah haben (hat/habt) atau sein (bin/ sind/ ist). Mengapa demikian? Kalau ini jawaban guru-guru kursus saya, ini sudah dari sananya, mereka juga tidak tau kenapa. Hehehe. Tapi kalau pertanyaannya bagaimana pemakainnya? Ini dia jawabannya :

sein (bin/ sind/ ist) digunakan jika kata kerja yang mengikutinya adalah kata-kata kerja yang menunjukkan keberadaan subyek “tetap” di suatu titik lokasi atau menyebabkan subyek “berpindah” dari titik satu ke titik lainnya. Contoh : bleiben (stay), gehen (pergi/ jalan kaki). Gambar berikut saya buat untuk memudahkan mengingat kata kerja mana saja yang termasuk kelompok ini.


Sementara hat digunakan untuk kata kerja yang tidak menunjukkan keberadaan subyek apakah “tetap” di suatu titik atau “berpindah”. Contoh kata kerja jenis ini : backen (memanggang), befehlen (memerintahkan), beginnen (memulai), dsb. List yang lebih lengkap bisa ililihat di sini
===

Perlu diingat bahwa sein maupun haben bentuknya bisa berubah tergantung subyeknya. Dalam Bahasa Inggris, sein merupakan to be dalam Bahasa Inggris, dan haben merupakan auxiliary. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel di bawah ini :

Subyek
Person
sein/ haben
saya
ich
bin/ habe
kamu
du
bist/ hast
dia L/ P/ sesuatu/ seseorang
er/ sie/ es/ man
ist/ hat
kita/ kami
wir
sind/ haben
kalian
ihr
seid/ habt
anda, mereka
sie, Sie
sind/ haben

===
Pola kata kerja Partizip II

Dalam Bahasa Inggris kita mengenal kata kerja lampau I dan II. Dalam Bahasa Jerman juga semacam itu. Kata kerja untuk kerja untuk Perfekt adalah kata kerja Partizip II.

Dalam Bahasa Inggris kita juga mengenal kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan. Dalam Bahasa Jerman pun demikian, istilahnya regelmäsige dan unregelmäsige.

Kata kerja Partizip II regelmäsig berpola seperti ini : ge...(e)t.
Contoh :
machen (membuat) - gemacht
lernen (belajar) - gelernt
arbeiten (bekerja) - gearbeitet

Sementara unregelmäsig tidak berpola.
Contoh :
treffen (bertemu) - getroffen
fliegen (terbang) - geflogen
backen (memanggang) - gebacken

===
Contoh lain kalimat Perfekt :

Cerita #1

Herr Maier ist heute zum Frühstück ins Café gegangen. (Pak Maier hari ini jalan kaki ke cafe untuk sarapan.)
Dort hat er einen Kaffee getrunken. (Di sana dia minum kopi.)
Er hat ein Brötchen gegessen. (Dia makan roti.)
Dabei hat er die Zeitung gelesen. (Di sana dia membaca koran.)
Er ist drei Stunden geblieben. (Dia berada di sana tiga jam.)
Danach ist er mit der U-Bahn nach Hause gefahren.  (Setelah itu dia pulang ke rumah menggunakan U-Bahn (kereta bawah tanah.))


Cerita #2

Gestern hat Michael sein Büro aufgeräumt. Er hat sich vorgenommen, jetzt immer so ordentlich zu sein. Aber bis nächste Woche hat er das bestimmt wieder vergessen.

(Kemarin Michael sudah merapikan ruang kantornya. Dia sudah bertekad, mulai sekarang akan selalu rapi. Tapi sampai minggu depan, paling dia sudah lupa lagi.)

Cerita #3
Gambar di bawah ini adalah contoh soal latihan pada saat kursus. Ada 6 gambar di sana, yang merupakan rangkaian cerita berurutan. Kalimat yang tertera di bawah masing-masing gambar adalah kalimat dalam bentuk Präsen (present/ kejadian saat ini). Kita diminta untuk mengubah kalimat-kalimat ini menjadi bentuk Perfekt dan merangkaikan semua kalimatnya menjadi satu cerita utuh.



Lisa und Taheya sind am Sonntag nach Berlin gefahren. Dort haben sie eine Gemäldegalerie gesucht. Sodass sie einen Taxifahrer nach dem Weg gefragt haben. Sie sind zwei Stunden im Museum geblieben. Dann haben sie in einem Café Kuchen gegessen und Kaffe getrunken. Danach haben sie wieder nach Hause gefahren.

===
Alhamdulillah, sekarang kita sudah selesai belajar mengekspresikan cerita lampau dalam Bahasa Jerman bersama. Bagaimana, mudah bukan cara membuatnya? (*dengan nada intonasi Chef Sisca Soewitomo). Heehe..

Referensi :
Slide dan catatan kursus (just drop me an email if you desire some of them), Deutschgrammatik, GRAF kata kerja regelmäsige, GRAF unregelmäsige
 ,  , 
Clipart : rumah , baby, pohon

===

Share:

Sunday, 5 February 2017

Menilik Kandungan Petai, Apa Manfaat dan Efek Samping nya?


Beberapa hari yang lalu di-telepon, ibu saya tiba-tiba menanyakan “Dek, pete itu kandungannya apa aja ya??” Hehehe random ya pertanyaannya. Hihi, iya ibu saya memang sesekali suka menanyakan pertanyaan-pertanyaan random yang ingin dijawab dengan serius, ilmiah. “Tolong ya dek, kirimin di whatsapp, kandungannya pete apa aja, trus sama efek sampingnya juga. Soalnya ibu denger dari mbak I, katanya pete bisa ngobatin benjolan sama hipertensi. Jadi ibu penasaran. Tolong ya dek cepetan.” Jadi, mbak I itu adalah sepupu saya yang notabene seorang pengusaha pete. Okelah tulisan kali ini saya persembahkan untuk ibu yang penasaran, suami yang penikmat pete, sepupu yang pengusaha pete, dan siapapun yang suka dengan biji hijau royo-royo ini ..
Petai, dalam bahasa latin disebut Parkia speciosa Hassk., adalah tanaman yang berasal dari Asia Tenggara. Di Indonesia, Malaysia, dan Singapura disebut petai atau pete, di Thailand satawsatorsadtor, u'pang di Filipina, dalam bahasa Inggris disebut stink bean.
Selama tinggal di Austria, saya belum pernah menemukan pete di supermarket. Hehe. Tapi di toko Asia, hampir selalu ada di dalam freezer (beku). Saya sendiri bukan penikmat pete, suami saya pecinta berat. Alhamduliillah, harga pete di sini sangat melambung, udah gitu toko Asianya ada di kota sebelah. Sirna sudah hasrat suami untuk belanja pete dari toko Asia. Yeayyy #eh.
Kebanyakan dari kita pasti tau biji petai dan kulitnya seperti apa, apalagi aromanya yang khas. Tapi mungkin tidak semua orang tau kalau pohonnya bisa tumbuh hingga 40 m tingginya. Menjulang.. baik akar, batang, kulit hingga bijinya (bagian yang dimakan) mengandung senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh, tetapi paling banyak memang berada di bijinya. Pernah dengar dari kawan, tetangga, atau majalah yang menyebutkan bahwa petai digunakan untuk terapi hipertensi, diabetes, cacingan, dan masalah ginjal (secara tradisional)? Pernah penasaran petai serius bisa nyembuhin penyakit dan kelainan tersebut? Kalau iya, pas banget karena alinea-alinea berikutnya akan membahas tentang ini. Kalau belum, semoga sekarang jadi penasaran (biar tetap dibaca.. hehehe).
Petai Kaya Nutrisi
Ternyata, petai memang mengandung banyak nutrisi dan senyawa kimia yang bermanfaat. Nutrisi yang terkandung dalam biji petai di antaranya protein, lemak, karbohidrat, mineral (banyak sekali jenisnya), dan vitamin (vitamin C, thiamin/ vitamin B1, dan alfa tocoferol/ vitamin E). Komposisinya bisa di lihat pada gambar tabel berikut :
nutrisi-petai
Nilai yang tertera pada tabel adalah hasil penelitian terhadap sampel petai yang dipanen dari Batang Kali Selangor Malaysia tahun 2013. Nilai yang tertera kurang lebih hanya sebagai gambaran, nilainya tidak akan persis sama untuk setiap petai yang dipanen di belahan bumi manapun karena tentu kondisi lingkungan dan nutrisi yang diperoleh si pohon petai juga berpengaruh pada hasilnya. Namun jenis nutrisi yang terkandung kurang lebih akan sama.
Petai juga Mengandung Berbagai Senyawa Kimia Potensial
Hampir semua senyawa kimia penting terdapat pada bijinya. Senyawa kimia potensial yang terkandung dalam petai di antaranya tannin (dalam konsentrasi tinggi. Selain pada biji juga terdapat pada kulitnya yang tebal), terpenoid, thiazolidine-4-carboxylic acid, flavonoid, alkaloid, polisulfida siklik, dan satu lagi yang paling menarik penamaannya djenkolic acid.
Terpenoid Membawa Efek Antihiperglikemia, Antikanker, dan Antinociceptive
Senyawa terpenoid yang terdeteksi ada pada petai meliputi β-sitosterolstigmasterollupeolcampesterol, dan squalene. β-sitosterol dan stigmasterol adalah senyawa kimia yang memiliki aktivitas antihiperglikemia (menurunkan kadar gula darah). Lupeol memiliki aktivitas sebagai antikanker, antinociceptive (mengurangi rasa nyeri), dan anti inflamasi.
Tioproline turut serta Melawan Kanker
Tioproline adalah senyawa yang memiliki aktivitas sebagai antikanker. Lagi-lagi antikanker. Senyawa tiopriline yang terdapat pada biji petai adalah tioprthiazolidine-4-carboxylic acid.

Petai juga Mengandung Flavonoid yang Memberikan Efek Antioksidan
Antioksidan dalam tubuh berperan untuk melawan stress oksidatif. Stress oksidatif merupakan kondisi tidak ideal yang terjadi pada sel tubuh, salah satunya proses detoksifikasi yang tidak sempurna. Stress oksidatif juga berperan pada banyak kondisi abnormal tubuh seperti tekanan darah tinggi, kanker, hiperbilirubinemia, ateroskeloris, diabetes, dan sebagainya. Rajin mengonsumsi makanan kaya flavonoid sama artinya dengan mencegah stress oksidatif terjadi pada sel tubuh kita, membantu menghindarkan kita dari berbagai macam penyakit.

Polisulfida siklik dalam Petai Menghambat Pertumbuhan Bakteri
Polisukfida siklik yang terkandung di dalam petai ada yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri, yaitu hexathionine dan trithiolaneBerdasarkan hasil penelitian, kandungan tersebut dalam petai memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri gram negatif seperti Helicobacter pyloriEscherichia coli, Aeromonas hydrophilaStaphylococcus aureus, Streptococcus agalactiae, Streptococcus anginosus, dan Vibrio parahaemolyticus. Tetapi tidak efektif menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhimuriumSalmonella typhi, Shigella sonnei, Citrobacter freundiiEdwardsiella tarda Vibrio alginolyticus, dan Vibrio vulnificus.
=======
Hmm, banyak juga ya senyawa obat yang dikandungnya. Apakah betul-betul bisa digunakan langsung untuk terapi? Sejauh ini saya belum menemukan data ilmiah terapi dengan petai untuk mengobati penyakit-penyakit tertentu pada manusia. Informasi di atas diperoleh dari jurnal ilmiah yang penelitiannya dilakukan dengan menguji ekstrak petai (dalam berbagai jenis pelarut) terhadap binatang dan mikroba. Sementara untuk terapi pada manusia petai baru dilakukan secara tradisional dan belum terstandar.
Kita tentu harus ingat bahwa efikasi dalam mengobati penyakit atau kelainan tertentu salah satunya dipengaruhi oleh dosis. Berapa banyak petai yang diperlukan untuk bisa memberikan efek-efek tersebut? Apakah bila mengonsumsi petai dalam jumlah banyak sekaligus berharap salah satu efek bisa tercapai, apakah akan aman karena petai juga mengandung senyawa lain yang efeknya berbeda? Pertanyaan-pertanyaan ini tentu hanya bisa dijawab dengan baik setelah melalui riset.
Yang pasti, petai memiliki potensi untuk bisa dikembangkan sebagai obat herbal terstandar, misalnya dengan diekstrak dan dipisah-pisahkan komponennya berdasarkan efeknya masing-masing, lalu diproduksi menjadi sediaan obat atau suplemen (misal dalam kapsul) yang memiliki dosis tertentu, teruji efek dan keamanannya. Ini adalah ranah ahli botani, farmasis bahan alam, industri obat, dan dokter.
Nah, hal yang lebih umum dari konsumsi petai adalah untuk kuliner, ya kan. Kebanyakan orang menghindari memakan petai karena “aroma khas”-nya yang sangat kuat. Sebagiannya justru menikmatinya. Yang berikut ini penting diketahui oleh para penikmat petai, efek samping yang bisa muncul...

Senyawa Polisulfida Siklik dalam Petai Bertanggung Jawab terhadap Aroma dan Rasa Khasnya yang Kuat
Polisulfida siklik selain memiliki efek antibakteri, juga merupakan senyawa yang bertanggung jawab terhadap aroma dan rasa khasnya yang kuat. Polisulfida siklik yang terkandung di dalam petai yang dimaksud adalah hexathioninetrithiolanetetrathianepentathiopanepentathiocane, dan tetrathiepane. Aroma dan rasa yang long last di mulut dan urin ini ya yang biasanya membuat orang tidak suka memakan petai, dan "menjaga hidung" sementara dari orang lain seusai memakannya. Hehe.
Tannin dalam Petai dapat Menghambat Proses Pencernaan Protein dan Asam Amino
Dibandingkan dengan sayur dan buah yang lain, petai mengandung tannin dengan konsentrasi tinggi. Tannin dapat menghambat proses pencernaan protein dan asam amino. Oleh karena itu, anak-anak tidak disarankan mengonsumsi petai karena absorpsi protein penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya.
Petai Menganung Djenkolic Acid, Senyawa yang... Toksik!
Petai juga mengandung senyawa yang namanya nyentrik, yaitu djenkolic acidDjenkolic acid dapat mengkristal di dalam saluran kemih dan dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan sumbatan pada saluran kemih atau cedera ginjal akut. Djenkolic acid juga banyak terkandung dalam biji jengkol. Apakah memang karena itu dinamakan djenkolic acidHmm mungkin saja...
Djenkolic acid ini bisa berkurang kadarnya kalau direbus dulu sebelum dikonsumsi. Jadi, untuk menghindari efek samping dari makan petai pada ginjal, maka sebaiknya jangan dimakan mentah begitu saja, tetapi direbus dulu, dimasak, dan selalu ingat minum air putih yang banyak setelah makan petai. By the way.. setelah direbus, tentu ada beberapa senyawa larut air yang akan ikut hilang ya.. jadi mungkin saja manfaatnya akan berkurang. Paling tidak, kita mengurangi satu resiko berat pada saluran kemih dan ginjal kita. (kita? Saya kan ga makan petai. Hahaha)

====
Saya belum menemukan data ilmiah mengenai berapa rekomendasi maksimum konsumsi petai yang disarankan. Jadi menurut saya ya kembali lagi.. selama ginjal masih sehat, makan petai tidak berlebihan insya Allah aman-aman saja itupun sebaiknya direbus dulu dan disudahi dengan minum air putih yang banyak.. mm juga hargai orang lain yang tidak kuat dengan aroma nya. Hehehe.. Ngomong-ngomong berlebihan, memangnya berapa berlebihannya, itu dia yang masing-masing orang akan berbeda. Yang penting kenali dan perhatikan tanda-tanda efek samping yang muncul ya..
Featured image : Petai
Baca juga :
Share:

Wednesday, 25 January 2017

Hendak ke Luar Negeri, Perlukah Vaksinasi TBE (Tick-Borne Encephalitis) untuk Mencegah Meningitis, Ensephalitis, dan Meningoensephalitis?

Sebelumnya ini sudah saya post di FB, ternyata respon teman-teman untuk mengshare lumayan juga, jadi saya pikir ada baiknya untuk di-share juga di blog.
Hari ini (25/01/2017) jadwal kami sekeluarga vaksinasi FSME (Fruehsommer-Meningoencephalitis) atau dalam bahasa Inggris disebut TBE (Tick-Borne Encephalitis). Karena daerah kami tinggal termasuk wilayah endemik. Vaksin ini salah satu ikhtiar untuk mencegah infeksi virus yang disebarkan oleh semacam kutu (di sini kutunya disebut Zecken atau Tick dalam bahasa Inggris).
Infeksi virus yang disebar oleh kutu ini bisa menyebabkan meningitis (radang selaput otak), ensephalitis (radang jaringan otak), atau meningoensephalitis (radang selaput dan jaringan otak). Imbasnya pada gangguan syaraf.
Beberapa bulan yang lalu salah satu teman kami terserang virus ini. Dan efeknya masih ada sampai sekarang. Bahkan menurut tim medisnya, sakitnya bisa bertahan menahun sampai 2 tahun atau lebih, bisa berkurang atau memberat. Ikut sedih lihat kondisinya. Kata dia, ketika sakitnya "kambuh" dia merasakan seluruh tubuhnya kesakitan. Selain itu, dia tidak bisa menggerakkan beberapa bagian tubuhnya, terutama bagian lengan hingga jari-jari tangannya. Sebelumnya dia seorang pianis. Sejak terserang infeksi virus ini, dia tidak bisa lagi bermain piano, Bahkan sekedar mengetik di laptop nya atau menulis SMS juga kesulitan.  Tapi Alhamdulillah ikut senang. Sekarang kondisinya sudah membaik, sudah bisa berkarir lagi dan beraktivitas walaupun belum bisa main piano lagi dan juga belum se-fit dulu, masih kambuh-kambuhan. Capai sedikit, kambuh.
Di Austria vaksinasi FSME atau TBE belum digratiskan, baru ada subsidi sebagian dari pemerintahnya. Jatuhnya per orang di sini sekitar EUR 30-an sekian. Vaksinasinya rutin dengan jadwal : vaksin pertama, vaksin kedua 4 minggu dari yg pertama, vaksin ketiga 9-12 bulan dari yang kedua, vaksin keempat 3 tahun kemudian, selanjutnya setiap 5 tahun sampai berusia 60 tahun, di atas 60 tahun per 3 tahun. Vaksin ini untuk anak umur >1 tahun sampai dewasa. Kalau sudah vaksinasi rutin, insya Allah bisa mengcover 99%. Ga ada vaksin yang bisa 100% lah ya, ada campur tangan Tuhan di sana. Tapi insya Allah kalaupun kena setelah di-vaksin, ya tidak akan separah kalau kenanya belum di-vaksin.
Mahal ya, tetapi jika dibandingkan dengan dapat infeksinya pada saat kita belum di-vaksin, konsekuensinya lebih berat dibanding besar uang yang harus kita keluarkan untuk vaksin.
Saya senang dengan permisalan suami, vaksin itu ibarat kunci mobil. Mobil sudah dikunci rapat masih sering ada yang kecurian. Apalagi kalau mobilnya tidak dikunci, semakin mudah untuk dicuri.
Peta di bawah ini menggambarkan daerah endemik di dunia. Merah = TBE tipe Timur, Kuning = Tipe Barat, Orange = kedua-duanya. Selain merah, orange, kuning = bukan daerah endemik.



Alhamdulillah Indonesia saat ini tidak termasuk daerah endemik TBE. Jadi tidak perlu vaksinasi TBE. Hanya nanti perlu dipertimbangkan jika hendak berkunjung, sekolah, kerja atau pindah ke daerah endemik terutama di bulan-bulan Mei-Juni (musim semi), September (musim gugur). Apalagi jika akan berinteraksi dengan alam, main di taman, rumput, hiking, dll. Sebelum berangkat ke luar negeri, sebaiknya konsultasikan kepada dokter mengenai vaksinasi ini.
.
Referensi : reisemed.at , wikipedia.org
.
Baca juga :

Share:

Tuesday, 17 January 2017

Mengenal Kuman, alias Pathogen, si Biang Penyakit


Setiap hari, setiap saat, tanpa disadari kita berhadapan dengan kuman. Dalam bahasa mikrobiologi, kuman biasa disebut sebagai patogen. Patogen adalah sesuatu yang dapat menginfeksi tubuh kita dan membuat kita menderita penyakit tertentu. Patogen disebut juga mikroorganisme parasit. Pada saat kita berkontak langsung dengan patogen, maka bisa dikatakan kita terpapar patogen. Sementara jika patogen berhasil masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit tertentu maka dapat dikatakan kita terinfeksi patogen. Patogen tidak hanya menginfeksi manusia, patogen juga dapat menginfeksi hewan dan tumbuhan.
Di bawah ini adalah salah satu gambar hasil scan mikroskop elektron terhadap patogen yang di-publish di buku Microbiology of The Cells 4th edition karya Bruce Alberts dkk :
scan-mikroskop-kutu
Gambar A : Kutu, parasit yang sudah umum menjadikan mamalia menjadi inang, termasuk manusia, anjing, kucing, dan tikus. Kutu meminum darah inang. Gigitannya menyebarkan penyakit pes dengan memasukkan bakteri Yersinia pestis ke peredaran darah inang. Bakteri ini diperolehnya dari inang yang sebelumnya yang menderita penyakit pes.
Gambar B : Penampakan close up kaki kutu. Ini mengungkapkan bahwa kutu juga dapat dihinggapi parasit lain semacam tangau, di mana tungau ini (tampak di bawah mikroskop) diselubungi oleh bakteri. Sangat mungkin bakteri ini terparasitisasi oleh Bakteriofag yang merupakan virus bakteri.
Tubuh kita adalah ekosistem yang kompleks bagi patogen. Pada kondisi sehat, tubuh kita terdiri dari kurang lebih 1013 sel manusia dan 1014 sel bakteri, jamur, dan protozoa yang merepresentasikan ribuan spesies mikroba. Mikroba-mikroba ini disebut flora normal karena normal tinggal dalam tubuh kita. Flora normal biasanya tinggal terbatas pada area tubuh tertentu, seperti kulit, mulut, usus besar, dan vagina. Flora normal tidak menyebabkan penyakit pada manusia kecuali jika sistem imun tubuh melemah atau mereka masuk ke area steril pada tubuh. Misalnya ketika dinding usus manusia mengalami perforasi (berlubang) maka flora normal dapat memasuki rongga peritoneal (rongga perut) dan menyebabkan peritonitis (radang pada jaringan dinding perut bagian dalam).
Berbeda dari flora normal, patogen tidak harus menunggu sistem imun sel inang lemah atau terluka untuk dapat menginfeksi. Patogen memiliki mekanisme spesial untuk bisa menerobos barier sel dan biokimia manusia. Patogen juga mampu menstimulasi respon tubuh inang yang bisa membantu patogen tersebut bermultiplikasi menjadi lebih banyak.
Manusia hampir selalu terinfeksi oleh virus setiap saat. Akan tetapi, tidak selalu menimbulkan gejala yang tampak. Gejala yang muncul biasanya dihubungkan sebagai tanda suatu "penyakit" tertentu. Gejala seperti ini sesungguhnya merupakan manifestasi respon imun tubuh kita sendiri melawan infeksi. Misalnya seperti demam, bengkak, kemerahan, nanah, dan sebagainya. Gejala-gejala ini adalah tanda bahwa sistem imun kita sedang bereaksi untuk menghancurkan patogen yang menginfeksi tubuh.
Patogen itu sendiri meliputi :
1. Bakteri. Contoh : Neisseria meningitidis (salah satu bakteri penyebab meningitis), streptococcus (salah satu penyebab radang tenggorokan), dll.
2. Virus. Contoh : Hepatitis A Virus, Hepatitis B Virus,Hepatitis C Virus, dll.
3. Jamur. Contoh : penyebab kurap kaki, dll
Apakah paparan patogen akan menyebabkan infeksi atau tidak, ditentukan oleh :
1. Dosis : jumlah patogen yang memapar tubuh
2. Virulensi : kekuatan patogen yang memapar tubuh
3. Resistensi tubuh : kemampuan sistem imun tubuh untuk melawan patogen yang masuk.
Mengapa patogen senang menginfeksi manusia?
Patogen nenginfeksi manusia karena mereka mencari cara untuk bisa hidup dan berkembang biak menjadi lebih banyak. Sebagai inang, manusia kaya nutrisi, dan merupakan lingkungan yang hangat dan lembab, dengan suhu relatif seragam setiap saat, juga sel-sel tubuh yang selalu diperbaiki. Kondisi seperti ini mendukung berbagai patogen untuk bertahan hidup dan bermultiplikasi menjadi lebih banyak.
Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah infeksi patogen di antaranya adalah dengan melakukan vaksinasi, menjaga higienitas diri & lingkungan, menjaga makanan yang bergizi, olahraga teratur, serta istirahat yang cukup. Sementara bila sudah terlanjur terkena infeksi, jalani treatment yang sesuai dengan anjuran dokter dan tenaga kesehatan.


Referensi :
Sumber featured image : Jackcusumano
Baca juga :

Share:

Sunday, 15 January 2017

Resep Apfelstrudel

Penasaran banget pengen belajar bikin makanan khas Austria ini. Kebetulan lagi punya adonan kulit pastry di rumah. Langsung cus deh bikin..

Sukak! Praktis (karena kulitnya beli jadi :D :D) dan anak & suami juga suka. Langsung save....
Sumber resep : Gutekueche
Share:

Resep Sup Telur Sayur

Budayakan sayur mayur di meja makan. Hahaaa..

Share:

Disclaimer

Dear reader, Nothing is perfect, demikian juga konten di blog ini. Oleh karena itu, terimakasih untuk komentar, sharing, saran, kritik dan untuk kunjungannya ke blog saya, yang walaupun imperfect namun semoga bermanfaat. ♥ vidya ♥

Labels

Drop me a message

Name

Email *

Message *

Recent Posts

About me

Empat tahun mengenyam pendidikan S1 Sekolah Farmasi, saya melanjutkan Pendidikan Profesi Apoteker satu tahun. Alhamdulillah semuanya dilancarkan dan saya berkesempatan berkarya di dunia industri kosmetik setelah saya lulus Pendidikan Profesi. Tiga tahun berkiprah di dunia itu, saya memutuskan berhenti sementara dari dunia karir demi berkumpul dengan keluarga kecil di Leoben, Austria

Saya mengenal blog semenjak kuliah profesi. Saya memiliki blog pribadi dan bergabung menjadi author di www.apotekerbercerita.com. Sebelumnya saya hanya menumpahkan isi pikiran di diary. Namun saya baru menyadari kecintaan menulis justru setelah berada di Austria. Dengan menulis saya banyak membaca dan belajar, mengingat, belajar berkomunikasi, belajar bertanggung jawab dan akhirnya saya mengijinkan diri saya sedikit berbangga dan bahagia meskipun mungkin menurut orang itu biasa saja hihi. Saya merasa ada yang terobati setiap bisa menyelesaikan satu judul tulisan. Maka saya pikir tidak ada alasan untuk berhenti menulis.

Terimakasih kepada siapa saja yang sudah berkunjung, selamat membaca dan semoga konten webblog ini bisa bermanfaat.

Salam hangat,

Vidya