Mengurus Ijin Tinggal untuk Mendampingi Pasangan Sekolah di Austria

Ijin tinggal atau residence permit diperlukan ketika kita hendak tinggal di Austria selama

Beradaptasi dengan Day Care

Kolaborasi Orang tua, anak dan tim di masa awal menitipkan anak di daycare.

Mengenal kuman si biang penyakit

Apa itu patogen? Apa itu virulensi? Apa itu resistensi? Belajar tentang kuman yuk supaya kita tahu bagaimana mencegahnya

Dieser Sommerurlaub war....

abenteuerlich (adventurous)/anregend (stimulating)/ erstaunlich (amazing)/ ermüdend (tiring)/ bedrohlich (threatening

Toilet training untuk anak

Sharing pengalaman yuk bagaimana membuat si kecil supaya mau pergi ke toilet

Showing posts with label aktivitas di day care. Show all posts
Showing posts with label aktivitas di day care. Show all posts

Thursday, 19 April 2018

PAUD berbasis Montessori di Austria

Saat kami berada di Austria, Aqila sempat merasakan playgrup dan TK di sana. Leoben, nama kota tempat kami tinggal di Austria. Di sana, semua playgrup dan TK berbasis Montessori, baik negeri maupun swasta. Ini salah satu yang membuat saya tertarik untuk memasukkan anak ke playgrup dan TK, karena saya penasaran (dan tentunya karena saya harus belajar Bahasa setempat, sehingga memerlukan assistance untuk Aqila).

Setelah melihat sendiri perkembangan positif pada anak teman saya setelah masuk ke PAUD Montessori itu, berkurang rasa khawatir dan bersalah saya akan memasukkan anak ke PAUD setempat. Meski tidak 100%, tapi sisa keraguannya, saya merasa harus membuktikannya sendiri. 

Tidak mudah untuk bisa terdaftar sebagai peserta playgrup, karena peminatnya banyak sekali sementara kuotanya terbatas, setiap grup maksimal hanya menampung 12 anak, meskipun biayanya terbilang mahal. Soal biaya, sebetulnya anak-anak di sana mendapatkan tunjangan dari pemerintah setiap bulan yang cukup untuk membiayai playgrup Montessori. Kebanyakan mereka yang dikirim ke playgrup karena kedua orang tuanya harus bekerja atau kursus Bahasa bagi orang asing, sementara tidak ada kerabat yang bisa menemani anaknya pada jam kerja atau kursusnya. Peserta yang diprioritaskan mendapat tempat di playgrup adalah anak yang berkebangsaan Austria atau anak asing yang lahir di Austria, baru jika masih ada tempat kosong, anak berkebangsaan asing yang tidak lahir di Austria. Itupun diprioritaskan berdasarkan usia, didulukan yang lebih tua, dengan asumsi semua ibu mendapat maternity leave selama 24 bulan. Aqila mendapat tempat setelah berada di antrian waiting list selama sekitar 4 bulan. Ini terbilang cepat.

Sementara untuk TK, cenderung semua anak mendapatkan tempat, mungkin karena kuotanya lebih besar, yaitu 24 anak untuk setiap grup dan grupnya ada banyak. Btw, biaya untuk TK ini unik. Karena pemerintah menganjurkan anak-anak usia 3 tahun untuk sudah masuk TK, pemerintah memberikan subsidi. Besarnya berdasarkan penghasilan orang tua. Mulai dari gratis hingga 300 euro per bulan. Tapi, pihak TK tidak tau menau urusan bayar membayar ini. Urusan ini hanya antara orang tua dan pemerintah kota. Orang tua menyetor bukti penghasilan dan mentransfer biayanya ke rekening pemerintah kota setiap bulan. Walhasil, baik yang kaya maupun kurang, semua anak diperlakukan sama di TK. 

Playgrup diperuntukkan bagi anak-anak yang berusia kurang dari 3 tahun, sementara TK untuk anak-anak usia 3-6 tahun. Pengelompokkan grupnya berdasarkan usia dan berdasarkan lama waktu mereka berada di PAUD (half day atau full day). Di playgrup, hanya ada 2 grup, grup half day dan grup full day. Baik dari usia 1 tahunan sampai 3 tahun, semuanya digabung dalam 1 grup. Jadi yang membedakan grupnya hanya lama waktu, half day atau full day saja. Rata-rata usia anak termuda yang masuk ke sana berumur 16 bulan.

Di TK pun demikian. Ada 2 macam grup, grup half day dan grup full day, usia 3 sampai 6 tahun digabung dalam satu grup. Ternyata penggabungan usia muda dan yang lebih tua ini ke dalam satu grup juga dalam rangka mensukseskan prinsip Montessori itu sendiri, “help me to do it by myself”. Anak-anak yang lebih besar usianya, cenderung sudah memiliki kemampuan dasar lebih banyak dibanding yang lebih muda. Secara alami, yang muda akan meniru yang lebih besar, dan yang lebih besar belajar untuk membimbing yang lebih muda, layaknya mereka membimbing adik kandungnya di rumah.

Menarik untuk digali yaa. Bagaimana keseharian mereka di PAUD Montessori ini, besok lagi saya share ya. Tapi sebelumnya saya merasa perlu untuk membedah ruang-ruang dalam PAUD Montessori. Karena suksesnya pendidikan Montessori juga tidak lepas dari tools yang sudah mereka buat dan siapkan, termasuk lay out ruangannya, lho! InsyaAllah, saya post segera ya!

Aqila dan Temannya saat mengikuti Festival Musim Panas di Playgrup

Share:

Monday, 15 August 2016

Membantu Adaptasi Anak di Playgroup

Di sini, di Leoben-Austria (dan kebanyakan kota lainnya di negara ini), memasukkan anak di playgroup tidak lantas hanya mengantar anak dan langsung meninggalkannya sejak hari pertama masuk. Akan tetapi ibu, ayah, atau anggota keluarga terdekat lainnya seperti nenek, dsb, wajib ada yang menemani selama beberapa hari, sampai anak terbiasa dan siap untuk dilepas di playgroup.
Apa tanda-tanda anak sudah siap untuk ditinggal?
Anak dinyatakan sudah siap ditinggal jika :
- Tidak menangis jika ditinggal di playgroup tanpa ada anggota keluarga yang terlihat di sana, atau menangis sebentar akan tetapi segera bisa ditenangkan oleh pengasuh atau pädagogin yang ada.
-  Sudah bisa tidur siang di playgroup tanpa ada anggota keluarga di sekitarnya.

Dua hal tersebut bagi batita tentu pada umumnya sulit terjadi ketika berada di lingkungan baru dan dikelilingi oleh orang-orang baru. Oleh karena itu diperlukan proses adaptasi. Untuk proses adaptasi inilah peran anggota keluarga terdekat, terutama ibu atau ayah, diperlukan pada beberapa hari di awal. Ibu atau ayah diajak berkolaborasi pada saat masa adaptasi.
Proses adaptasi berupa :
- Sejak hari pertama, ibu/ ayah ikut masuk ke dalam ruangan playgroup dan mengikuti semua kegiatan bersama anak-anak, pädagogin, dan pengasuh.
- Selama masa adaptasi, anak dan ibu/ ayah datang kurang lebih pada pukul 8 pagi.
- Pada hari pertama, anak dan ibu/ ayah hanya perlu berada di playgroup selama kurang lebih 1 jam.
- Pada hari kedua, ketiga, dst selama masa adaptasi, durasi berada di playgroup bagi anak dan ibu/ ayah ditambahkan kurang lebih sekitar 1 jam.
- Pada hari ketiga, setelah setiap 1 jam berada di playgroup, ibu/ ayah akan diminta untuk keluar dari ruangan, sehingga tidak terlihat oleh anak, akan tetapi masih di dalam area TK. Kurang lebih 10 menit kemudian ibu/ ayah boleh masuk kembali untuk melihat keadaan anak, apakah menangis, mencari keberadaan ibu/ ayah, atau tetap asik mengikuti kegiatan bersama yang lainnya.
- Jika 10 menit ditinggalkan pada hari sebelumnya ternyata anak menangis dan tak bisa ditenangkan oleh pengasuh dan pädagogin, maka hari keempat dan seterusnya perlakuan sama seperti hari sebelumnya. Namun jika anak menangis tetapi masih bisa ditenangkan, atau bahkan lebih baik daripada itu (tidak menangis sama sekali), maka durasi ditinggalkannya diperpanjang secara bertahap, bisa 20 menit - 1,5 jam setiap hari nya. Berapa lamanya tergantung kesiapan anak, sehingga bisa berbeda-beda antara anak satu dan yang lainnya.
- Proses ini berlangsung setiap hari hingga tanda-tanda kesiapan anak yang tadi saya sebutkan tercapai. Pada umumnya berlangsung sekitar 3-4 minggu, menurut tim TK dan berdasarkan cerita para orang tua yang anaknya sudah berhasil dilepas di sana.
- Setelah anak dinyatakan siap untuk dilepas, pädagogin akan mengisyaratkan di hari berikutnya, bahwa ibu/ ayah hanya perlu mengantar dan menjemput anak pada jam yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
- Jika ibu ataupun ayah berhalangan, maka bisa digantikan oleh anggota keluarga terdekat lainnya seperti neneknya misalnya.

Memang setelah saya pikir-pikir, betul juga, dengan turut sertanya orang tua pada masa-masa awal anak di playgroup akan sangat membantu meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan anak dengan lingkungan baru nya di playgroup. Tentu selain memudahkan proses adaptasi anak, juga kesempatan bagi kita sebagai orang tua untuk mengetahui dengan mata kepala sendiri kegiatan sehari-hari di playgroup, bagaimana cara pädagogin dan pengasuh memperlakukan anak-anak (termasuk anak kita), serta bagaimana perilaku teman-temannya, agar lebih tenang nantinya ketika menitipkan anak tanpa kita sebagai orang tuanya di sana.
Lalu apa saja yang bisa dilakukan ibu/ ayah yang menemani supaya bisa membantu proses adaptasi anak?
Ini di antaranya yang bisa saya simpulkan berdasarkan pengalaman pribadi :
- Meningkatkan kepercayaan anak pada lingkungan baru di playgroup dengan membentuk bonding antara diri kita dengan playgrouppädagogin, pengasuh, dan anak-anak yang ada di sana. Bisa dilakukan dengan kita mengobrol, akrab, tertawa, bercanda, bermain, dsb, dengan pädagogin, pengasuh, orang tua anak lain jika ada, maupun anak-anak yang ada di sana.
- Memperkenalkan anak kita dengan mereka (menyebutkan namanya, mengarahkan anak kita untuk bersalaman, mengucapkan halo, dan bersosialisasi dengan yang lain) tetapi jika anak tidak mau, tidak perlu dipaksa pada saat itu. Anak bisa diajak lagi berinteraksi dengan temannya di waktu yang lain. Yang terpenting, jangan menyerah.
- Bermain bersama anak dengan semua mainan yang ada secara bergantian, untuk membantu proses orientasi anak terhadap ruangan bermain
- Ketika pädagogin mengajak anak-anak bernyanyi sambil membuat gerakan, kita sebaiknya ikut juga bernyanyi dan bergerak.
- Menerapkan peraturan yang sama seperti yang diterapkan oleh pädagogin di playgroup, misalnya mengarahkan anak untuk merapihkan mainan sebelum ganti main yang lain, mengarahkan anak untuk duduk ketika sesi tertentu, dsb. Ini akan membantu anak beradaptasi dengan peraturan yang diterapkan di sana.
- Fokuskan diri di ruangan itu bersama anak dan yang ada di sana. Simpan dulu gadget dan sejenisnya :):):)
- Di luar playgroup (di jalan/ di rumah), ajak anak mengobrol tentang keceriaan hari itu di playgroupBeri sugesti positif pada anak bahwa hari itu sangat menyenangkan, bermain dengan A, B, dst, pengasuh dan pädagoginnya baik, anak kita pintar karena tidak rewel/ hanya rewel sedikit dan mau bermain dan berbagi mainan dengan yang lain, dsb. Beri pujian atas pencapaiannya yang bertambah setiap hari sehingga dia merasa dihargai dan termotivasi untuk lebih baik lagi keesokan harinya.

Mungkin masih banyak tips-tips yang lain. Setidaknya beberapa hal di atas yang sangat membantu adaptasi anak saya di playgroup nya. Mudah-mudahan bisa bermanfaat juga bagi para orang tua yang mau memasukkan anaknya ke playgroup ya :)
Kalau ada ayah ibu yang punya pengalaman tips yang lainnya, boleh ya share di comment :)


Share:

Monday, 27 June 2016

Playgroup di Leoben, Austria

Halooo.
Nah ini dia, akhirnya mood bertemu lagi dengan kesempatan untuk menulis. Sebelum bercerita tentang masa-masa adaptasi anak saya di playgroup (yang tentunya lebih menarik bagi orang tua yang mau memasukkan anak ke playgroup juga 😁😁), supaya lebih nyambung nantinya, saya akan menceritakan terlebih dahulu bagaimana playgroup ini menjalankan programnya, sehingga bisa tampak jelas mengapa saya akhirnya mantap memasukkan anak ke playgroup tersebut.
Ketika saya memutuskan memasukkan anak ke playgroup, tidak serta merta itu menjadi keputusan bulat yang tidak bisa diganggu gugat. Saya merasa perlu memastikan playgroup tersebut baik untuk perkembangan anak saya. Saya ingin manfaat yang didapat setelah anak masuk playgroup jauh lebih besar daripada pengorbanan yang kami keluarkan. Ya, tentu saja ini penting, terutama karena pengorbanan yang kami keluarkan bukan hanya uang tapi juga quality time, terutama antara saya dan anak saya yang belum genap berumur 2 tahun. Jika tidak sebanding, ya lebih baik tidak usah masuk playgroup, lebih baik saya menunda diri dulu lagi untuk belajar bahasa secara intensif daripada tumbuh kembang anak dikorbankan. Ini sama seperti ketika saya hendak memilih antara resign atau tidak dari perusahaan tempat saya bekerja sebelum melahirkan (yang akhirnya saya memilih untuk resign). Maka kemudian saya mulai mencari informasi yang valid seputar playgroup di kota tempat tinggal kami.
Dengan keterbatasan kemampuan lisan bahasa Jerman saya, maka yang bisa saya lakukan hanyalah menghimpun informasi dari teman  saya yang anaknya sudah lebih dulu masuk playgroup serta (biasa) browsing di internet. Teman saya ini berkebangsaan Mesir dan merupakan satu-satunya teman di sini yang memiliki anak seumuran dengan anak saya, saya bersyukur dia bisa berbahasa Inggris. Hehe.
Hasil pencarian informasi dari internet juga sangat memuaskan. Karena di halaman pertama pencarian di google saya menemukan web site resmi dari pemerintah kota setempat yang bertautan dengan web site setiap taman kanak-kanak milik pemerintah yang ada di kota ini.

Fyi, ternyata setiap taman kanak-kanak milik pemerintah di sini ada playgroup nya untuk anak-anak di bawah umur 3 tahun.
Dari web itu saya bisa mendapatkan informasi valid dan up to date di mana saja lokasi taman kanak-kanak milik pemerintah, jam buka, jadwal dan penjelasan singkat kegiatan sehari-hari, foto beberapa spot, visi misi taman kanak-kanak tersebut, serta nama dan foto kepala sekolah, pädagogin, serta pengasuh. Penjelasannya singkat, mengena, dan desain web site nya lucu. Hahaha.. penting ga penting ya desain ini. Karena menurut saya, desain lucu seperti ini menegaskan bahwa taman kanak-kanak adalah tempat yang menyenangkan, dinamis, dan tidak kaku. Kalau penasaran bisa klik link ini hehe http://www.kindergarten-leoben.at
Umaaak... saya berharap nanti setelah pulang ke Indonesia bisa mendapatkan informasi resmi terintegrasi seperti ini supaya tidak perlu ngubek-ubek sendiri kota Bandung.. soalnya saya sudah iseng cari-cari juga web site resmi seperti ini untuk taman kanak-kanak di kota Bandung di Google kok belum ketemu-ketemu ya? Kalau blog banyak sih. Ya Alhamdulillah dan terima kasih pada mereka yang sudah mau mereview hasil survey nya di blog.
Ehem. Kembali lagi ke pencarian info playgroup untuk anak saya di sini. Nah, sayangnya informasi mengenai pendaftaran dan biaya tidak dicantumkan juga, di sana hanya dicantumkan ke mana saya harus bertanya mengenai informasi ini (yaitu ke balai kota atau langsung ke salah satu taman kanak-kanak yang dituju). Phyuh... pada waktu itu saya tidak tau apakah informan di balai kota dan taman kanak-kanak tersebut bisa dan mau berbahasa Inggris. Yap. Kota ini memang kota "Internasional", banyak orang asing tinggal di kota ini, baik mahasiswa maupun pekerja dan keluarganya. Namun percaya atau tidak, masih banyak yang komunikasi dalam pelayanan publik hanya mau berbahasa Jerman. Pelayanan publik terasa lebih baik dan lebih ramah jika kita menggunakan bahasa Jerman. Dan Bahasa Jerman saya tet tot.. menurut suami, seperti anak saya yang sedang belajar bahasa Indonesia. Hahahaaa.. Anyway, kekhawatiran saya benar juga.. Person in Charge untuk taman kanak-kanak di balai kota setelah saya temui ternyata hanya berbicara bahasa Jerman. Dia mengerti bahasa Inggris karena ketika saya hopeless tidak menemukan kalimat yang tepat dalam bahasa Jerman lalu saya menggunakan Bahasa Inggris, dia mengerti dan menjawab panjang lebar, tetapi dalam bahasa Jerman, dan tidak semua kalimat bisa saya pahami. Syukurlah waktu itu saya sudah sedia payung sebelum hujan, saya ditemani oleh seorang teman berkebangsaan Turki yang lahir dan besar hidup di Austria sehingga bahasa Jermannya sudah seperti penduduk lokal. Ke salah satu taman kanak-kanak pun demikian. Di titik itu saya merasa disitulah pentingnya relasi yang luas. Saya pun masih belajar membangun relasi.
Singkat cerita, inilah gambaran umum playgroup yang ada di taman kanak-kanak milik pemerintah di kota Leoben, Austria. Kurang lebih di kota-kota lain juga demikian, meskipun tidak plek-plekan sama.
- Di taman kanak-kanak terdapat dua macam grup : Grup Kindergarten itu sendiri (untuk usia 3-6 tahun) dan Grup Kinderkrippe (untuk usia kurang dari 3 tahun).
Jadi pembagiannya sudah jelas, berdasarkan usia. Usia menentukan stimulasi yang perlu dan tidak perlu mereka dapatkan sehingga berefek pada kegiatan sehari-hari yang akan mereka jalani selama di sana. Kinderkrippe inilah yang saya sebut sebagai playgroup. Jika diartikan ke dalam bahasa Inggris, Kinderkrippe memang artinya Playgroup. Akan tetapi di Indonesia, kinderkrippe lebih seperti gabungan antara day care dan playgroup. Namun supaya tidak bingung, maka saya tetap konsisten menggunakan istilah playgroup ya untuk kinderkrippe ini. Jadi kinderkrippe di sini semacam playgroup yang kegiatannya terjadwal, terstruktur, dan setiap hari anak-anak didampingi oleh pendidik lulusan sekolah Montessori dan pengasuh yang sudah di-training dengan baik oleh pemerintah untuk menjalankan metode Montessori.

- Apa itu metode Montessori? Silakan cari sendiri jawabannya di Google ya. Hehehe *takut salah jawab 😂.
- Kesannya kok keren atau sok keren itu ya bo playgroup aja Montessori segala? Ya gimana lagi yang ada ini di sini. Akhirnya saya malah jadi belajar dan mengakui kelebihan metode ini dalam menstimulasi anak. Dan sebenarnya tanpa disadari, banyak orang tua yang menstimulasi anaknya dengan metode ini. Mungkin Bunda Ayah yang membaca tulisan ini juga menerapkan metode ini. Hanya saja ada yang menyadari dan tidak. Mengenal istilah metode Montessori dan menuliskannya di sini supaya memudahkan barangkali ada yang ingin menggali lebih dalam mengenai metode-metode Montessori yang menyenangkan dalam menstimulasi anak-anak kita, sudah banyak juga buku di pasaran maupun artikel di internet yang bisa kita manfaatkan, bagi yang tertarik.
- Baik Kindergarten dan Kinderkrippe ada yang full day (pagi sampai sore) maupun half day (pagi sampai siang). Kelompok fullday dan half day dipisahkan. Jadi anak yang terdaftar full day tidak akan ada di ruangan yang sama dengan yang half day. Karena jadwal kegiatan mereka berbeda.
- Istilah full day dan half day hanya menunjukkan durasi maksimal anak berada di sana. Full day : maksimal 10 jam (dari jam 7-17.00), akan tetapi disarankan maksimal 8 jam untuk mengakomodasi kebutuhan emosional anak akan quality time bersama orang tuanya. Half day dari jam 7-13.00.
- Di kinderkrippe, anak tidak harus datang pagi dan pulang pada jam tertentu selama masih di dalam waktu tersebut. Bebas. Dan yang perlu diingat, datang maupun tidak, bayarnya tetap sama ya. Hahaha *perhitungan. Anak saya biasanya tiba di playgroup pada sekitar pukul 8.30 dan saya jemput sekitar pukul 16.15.
- Rutinitas setiap hari sama, yang berbeda adalah pädagogin, pengasuh, menu makanan, jenis permainan dan stimulasi yang dimainkan bersama-sama.
- Dalam satu grup hanya ada maksimal 12 anak. Setiap grup didampingi oleh 3 pengasuh dan 1 pädagogin setiap harinya.
- Jadwal playgroup full day :

7.00-9.15 bermain bebas di dalam ruangan

9.00-9.15 beberes ruangan bermain dan berkumpul di pintu keluar
9.15-9.30 berkumpul di ruang loker, bernyanyi bersama dengan gerakan, sambil mengantri cuci tangan
9.30-10.00 snack pagi bersama-sama
10.00-10.30 cuci tangan, ganti baju outdoor
10.30-11.30 bermain di halaman TK
11.30-12.00 ganti baju, cuci tangan
12.00-13.00 makan siang bersama
13.00-14.30an cuci tangan lanjut tidur siang
14.30an-15.00 bermain bebas di ruangan
15.00-15.30 beberes, cuci tangan
15.30-16.00 snack sore
16.00-17.00 bermain bebas di halaman (kalau cuaca cerah) atau di ruangan (kalau cuaca tidak memungkinkan).

Disana anak belajar untuk : mandiri (sesuai prinsip Montessori "help me, to do it myself", bersosialisasi dengan teman seumuran maupun orang dewasa (pädagogin dan pengasuhnya), bereksplorasi dengan mainannya, merapihkan mainannya sendiri, fokus, menyukai buku, mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata, dan disiplin.


image
Dengan pola yang sudah tertata seperti ini, mainan yang sangat banyak dan menarik, tempat yang bersih dan rapih, pädagogin dan pengasuh yang ramah, ternyata tetap bukan hal yang mudah bagi anak saya beradaptasi di sana pada awalnya. Tentu saja karena anak belum kenal dengan lingkungan baru itu serta habit yang jauh berbeda diterapkan di sana. Bersama ibu nya di rumah banyak hal lebih ditoleransi daripada di sana. Seringkali senjata ibunya mah... "wes sing penting anake meneng.." (yang penting anaknya ga rewel 😂, dalam batasan-batasan tentunya).
Adaptasi selama 3 minggu sangat berat. Apalagi karena anak masih terbiasa menyusui langsung. Anak nangis, rewel, minta pulang, sudah jadi santapan selama 3 minggu itu. Tapi semua itu sangat berarti. Kami berdua, saya dan anak, banyak mendapatkan manfaat dari sana.
Mau tau bagaimana perjalanan adaptasi anak saya di playgroup? Simak postingan berikutnya yaa 😆😆😆
#selalu_ada_cerita_untuk_dibagi
Share:

Disclaimer

Dear reader, Nothing is perfect, demikian juga konten di blog ini. Oleh karena itu, terimakasih untuk komentar, sharing, saran, kritik dan untuk kunjungannya ke blog saya, yang walaupun imperfect namun semoga bermanfaat. ♥ vidya ♥

Labels

Drop me a message

Name

Email *

Message *

Recent Posts

About me

Empat tahun mengenyam pendidikan S1 Sekolah Farmasi, saya melanjutkan Pendidikan Profesi Apoteker satu tahun. Alhamdulillah semuanya dilancarkan dan saya berkesempatan berkarya di dunia industri kosmetik setelah saya lulus Pendidikan Profesi. Tiga tahun berkiprah di dunia itu, saya memutuskan berhenti sementara dari dunia karir demi berkumpul dengan keluarga kecil di Leoben, Austria

Saya mengenal blog semenjak kuliah profesi. Saya memiliki blog pribadi dan bergabung menjadi author di www.apotekerbercerita.com. Sebelumnya saya hanya menumpahkan isi pikiran di diary. Namun saya baru menyadari kecintaan menulis justru setelah berada di Austria. Dengan menulis saya banyak membaca dan belajar, mengingat, belajar berkomunikasi, belajar bertanggung jawab dan akhirnya saya mengijinkan diri saya sedikit berbangga dan bahagia meskipun mungkin menurut orang itu biasa saja hihi. Saya merasa ada yang terobati setiap bisa menyelesaikan satu judul tulisan. Maka saya pikir tidak ada alasan untuk berhenti menulis.

Terimakasih kepada siapa saja yang sudah berkunjung, selamat membaca dan semoga konten webblog ini bisa bermanfaat.

Salam hangat,

Vidya