Mengurus Ijin Tinggal untuk Mendampingi Pasangan Sekolah di Austria

Ijin tinggal atau residence permit diperlukan ketika kita hendak tinggal di Austria selama

Beradaptasi dengan Day Care

Kolaborasi Orang tua, anak dan tim di masa awal menitipkan anak di daycare.

Mengenal kuman si biang penyakit

Apa itu patogen? Apa itu virulensi? Apa itu resistensi? Belajar tentang kuman yuk supaya kita tahu bagaimana mencegahnya

Dieser Sommerurlaub war....

abenteuerlich (adventurous)/anregend (stimulating)/ erstaunlich (amazing)/ ermüdend (tiring)/ bedrohlich (threatening

Toilet training untuk anak

Sharing pengalaman yuk bagaimana membuat si kecil supaya mau pergi ke toilet

Sunday, 15 January 2017

Resep Sup Telur Sayur

Budayakan sayur mayur di meja makan. Hahaaa..

Share:

Friday, 30 December 2016

Resep Muffin Coklat

Pertama bikin muffin coklat adalah dalam rangka belajar bikin kue-kuean manis buat sarapan. Karena suami suka muffin dan coklat, why not coba bikin muffin coklat. Cari-cari resep di internet, nemu yang mudah didapat bahan-bahannya. Setelah dicoba ternyata enak, semua suka, dan praktis, ga perlu mixer.  Langsung deh... catett.. hehehe.
Ini dia foto dan resepnya. Mudah-mudahan kebaca jelas.
Sumber resep : http://www.gutekueche.at/schokoladenmuffins-rezept-2017

Share:

Monday, 12 December 2016

Toilet Training Jilid II Hari ke-3 "ALARM DAN JAM PASIR"

Yess Alhamdulillah hari ini kami lalui dengan lebih santai dan anak masih bisa dibujuk rayu dengan stiker dan mainan. Hari ini kami juga konsisten memberlakukan metode alarm dan jam pasir.
Diaper yang 'menjaga'nya selama tidur saya lepas usai sarapan, cuci dan jemur baju anak yang terkena ompol. Setelah itu saya pasang alarm untuk 57 menit ke depan sebagai reminder untuk ke toilet.  Kenapa angkanya tanggung, wk3, kan kami menjadwalkan setap jam anak ke toilet. Kadang kami perlu waktu untuk membujuk, belum lagi kalau sudah di depan pintu toilet si anak gadis ini tiba-tiba kabur. Wkwkwk. Ditambah acara lepas celana dan naik ke potty rata-rata perlu 3 menit. Jadilah alarm nya per 57 menit bukan 60 menit.
Alarm ini beneran bikin kami orang tuanya jadi lebih santai. Stress berkurang. Kami tidak perlu sebentar-sebentar melirik jam dan mengingat-ingat jam berapa ya tadi terakhir pipis dan jam berapa nanti harus ke toilet lagi. Jadi lebih los. Yang penting jangan lupa alarmnya dipasang tiap habis pipis. He3...
Nah, ternyata alarm selain melegakan pikiran kami juga membuat anak kami dengan sendirinya lebih aware dengan jadwalnya ke toilet. Pada awalnya tiap alarm bunyi kami bilang, "aha! Waktunya ke toilet!". Alarm berikutnya sering dia dulu yang merespon.
Tutututut tutututut tututut.. (Alarm berbunyi)
"Watunya apa tuh??" (Waktunya ngapain tuh?) Tanya anak kami yang sedang asik bermain.
Masih soal manajemen waktu, jam pasir kami pakai selama di toilet. Kebetulan anak kami memang pernah saya belikan benda kecil ini sewaktu untuk belajar gosok gigi. Sekarang ternyata berguna juga untuk TT.
Terkadang pipis tidak langsung keluar setelah anak duduk. Harus menunggu beberapa menit, atau bahkan memang belum waktunya keluar. Nah, perkara 'menanti' memang sering bikin galau kan. Itulah fungsinya jam pasir, menghalau kegalauan. Tepat setelah anak duduk di potty, saya balikkan jam pasirnya. Jadi kami hanya perlu menunggu sampai pasirnya habis. Sambil memandangi jam pasir, pasang stiker, nyanyi-nyanyi, ngobrol, supaya tidak bosan. Yap! Bisa juga sih pakai jam, ya kira-kira sampai semua pasirnya turun itu sekitar 3 menit. Tapi saya rasa jam pasir lebih seru.. apalagi untuk anak-anak kan..
Apa yang kami dapat setelah 3 hari TT?
Buat kami orang tuanya, TT itu melatih kesabaran. Hari pertama kami jelaskan ke anak, kalau mau pipis bilang ya, jangan di celana, tapi di toilet. Anak tampak mengerti tapi kok masih bocor-bocor terus?
Ya, dengan kami jelaskan seperti itu dia memang jadi paham pipis itu di toilet. Tapi ternyata pipis sendiri itu apa, kapan itu akan terjadi, kebelet itu bagaimana, justru itu yang belum dia pahami, dan itu sama sekali bukan suatu kesalahan. Wk3... aduh.. ya maaf saya sendiri sudah lupa dulu pas bayi gimana.. hehehe... jadi ya wajar masih bocor.
Nah berdasarkan pengamatan trainer TT newbie ini, di awal-awal kalau sudah duduk di potty dan 'tidak terjadi apa-apa' itu juga kadang karena dia masih terbiasa dengan pipis bukan di potty. Jadi sampai sekarang kalau sekitar 3 menit jam pasir di potty belum juga keluar pipisnya, saya persilakan dia jongkok di shower room, maksimal 3 menitan juga, kalau lama-lama kan ya capek dan bosen kali ya. He3.
Saya percaya bahwa anak adalah peniru ulung. Jadi ya pelajaran dengan contoh real biasanya anak lebih cepat paham. Paham kan maksudnya.. hehe iya... diajak pipis bareng..
Alhamdulillah hari ini 7x pipis, 4 nya sudah di toilet. Tapi yang 4 ini masih karena jadwal. Bukan karena dia sudah ngeh 'aku kebelet pipis' terus bilang mau ke toilet. Wkwkwk.. perjalanan masih panjang tampaknya.. sabarrr semangattt 💪💪💪
Share:

Saturday, 10 December 2016

Toilet Training Jilid II Hari Ke-2 "MAINAN KECIL DAN STIKER LUCU"

TT pagi ini dimulai setelah kami selesai rutinitas sarapan pagi ditambah kegiatan baru : cuci dan jemur baju-baju yang kena ompol hasil TT seharian kemarin. Setelah itu diaper anak baru deh dilepas supaya agak 'selow' dulu selepas bangun tidur. Sarapan tenang hatipun nyaman... 😁
Rupanya dua hari ini kami bertiga cukup beruntung karena kok kebetulan anak selalu pupup pas diaper masih dipakai. Hehe Alhamdulillah jadinya bisa fokus dulu sama training pipis.
Training hari ini dimulai dengan anak yang pipis pas lagi mandi pagi. Yeyeyey! Gini kan jadi semangat dan gampang ngitung waktunya. Sama seperti kemarin, setiap jam anak dijadwalkan ke toilet. Kali ini bundanya sudah lebih siap mengantongi beberapa trik bujuk rayu supaya dia mau diajak ke toilet.
"Wah! Waktunya ke toilet! Ayuk.. ayuk.."
"Nein, bunda!"
"Eh, ayo kita bawa kugel bahn nya ke toilet" langsung angkut mainan kugel bahn nya, bawa ke toilet dengan harap-harap cemas dia ngikutin di belakang. Tapi ternyata berhasil (ngajak anak ke toilet) dengan cara ini. Meskipun eng ing eng... belum keluar pipisnya di toilet dan akhirnya bocor habis itu di celana. 😁
Sesi ke-2 ternyata cara tadi ga berhasil. Putar otak, muncullah ide lain.
"Ayo kita ke toilet, pipis trus nanti main binatang laut sama air!"
Yes... bunda menang lagi. Dia mau diajak ke toilet. Ya jadinya main air deh. Tapi masih sama belum beruntungnya, yang ditunggu-tunggu malah keluarnya setelah sudah pakai celana lagi 😅
Sesi ke-3 syukur deh ga perlu pakai iming-iming main air seperti sebelumnya. Suamiku pahlawanku datang tepat waktu. Dia pulang membawa stiker-stiker lucu. Langsung deh itu jadi andalan buat ngajak anak ke toilet. Kalau mau ke toilet, boleh tempel satu stiker di kamar mandi. Kalau pipis di toilet, boleh tempel satu lagi.
Hari ini saya lebih santai sih meskipun accidents masih banyak terjadi. Saya lebih santai setelah baca curhatan teman-teman sesama emak-emak tentang pengalaman TT anak mereka. Ada yang cepat lulus, ada yang butuh berbulan-bulan, ada yang tiba-tiba anaknya mundur lagi padahal sudah lulus TT, ada yang GDD jadi TT nya terlambat dan harus super sabar. Kemarin saya dan suami benar-benar meraba-raba sampai-sampai sempat kesal ke anak karena bocor-bocor terus. Huhu maafkan kami ya sayang. Ini TT anak pertama yang belajar bukan cuma anak tapi orang tuanya juga.
Hari ini sampai lepas sholat isya masih saja bocor. Si bocah sedang pura-pura tidur di sofa ketika kami mengakhiri solat dengan salam. Oleh bapaknya dieluslah kepalanya, maksud hati supaya tidur sekalian. Ga taunya malah bangun, turun dari sofa dia berdiri dan bermain-main. Saat dia ga pakai diaper, mata saya selalu sibuk mengamati bagian belakang celananya. Dan hyaa basah. Rupanya dia ngompol saat pura-pura tidur di sofa, ada jejaknya. 😌 Kalau dirangkum pencapaian TT hari ini, 1x berhasil pipis di toilet, 6x berturut-turut bocor.
Ahh.. saya jadi ga semangat deh.. tapi tetap menguatkan diri alasan kemarin mulai TT kan karena dia sudah sering menolak pakai diaper. Dengan ogah-ogahan saya bilang ke suami, "Aqila pipis tuh."
Karena bagian kakinya tampak kering, saya minta dia pergi ke toilet sendiri untuk lepas sendiri celananya dan tunggu saya datang untuk menceboki. Kamar mandi adalah kamar mandi kering, jadi insya Allah aman. Lucunya anak saya seperti kaget tau celananya basah, dia segera lari ke toilet. Selesai membereskan alat solat kami berdua menyusul ke toilet masih dengan tidak bersemangat. Begitu membuka pintu, alamak kaget saya. Saya pikir dia sedang di dalam ruang shower melepas celananya yang basah kena ompol. Ternyata dia tidak di sana. Dia sedang duduk di atas closet dengan celana legging yang sudah terbuka, CD masih terpakai, dan wajah memantu ke arah closet, mungkin menunggu pipis nya keluar padahal sudah keluar duluan di celana. Hihihiii... saya jadi berbunga-bunga. Semangat saya bangkit lagi. Yesss dia memang sudah siap untuk TT.
Entahlah kenapa tiga sesi toilet berikutnya selalu berhasil dan tak ada bocor lagi malam itu sebelum tidur. Alhamdulillah.. malam ini bisa tidur nyenyak... :D

Smiley kuning yg lagi senyum di atas toilet = pipis pada tempatnya
Smiley biru yg lagi nangis = pipis di celana 😁
2nd day : still so many accidents. Tp Alhamdulillah smiley kuning nya nambah banyak jg.
Mudah2an besok lebih baik lagi :)
You did it great my little princess! Met istirahat ya sayang.. bobo nyenyak.. charge energi sampai full buat besok. Heehe.. 😙😙
#potty_training #hari_2 #toilet_training
Share:

Friday, 9 December 2016

Toilet Training Jilid II Hari ke-1 "SEMUA MASIH MERABA-RABA.."

Hari ini kami mulai toilet train anak kami yang berusia 26 bulan. Ini training yang kedua sebenarnya. Yang pertama sekitar 2,5 bulan lalu tidak berhasil. 😅
Hari pertama training yg kedua ini sebenarnya sudah jauh lebih baik dari yg sebelumnya. Dia konsisten sekitar satu jam sekali pipisnya. Yang sebelumnya dalam satu jam bisa pipis berkali-kali. Wkwkwk. Hari ini so far sudah 7x pipis, 6 di antaranya accidents 😂  Masalahnya adalah dia tidak mau diajak ke toilet 😫 Padahal sebelumnya sangat tertarik untuk ke toilet, sekedar duduk-duduk di atas potty. Eucht.
Usaha yang sudah dilakukan hari ini :
1. Memujinya setelah berhasil pipis di toilet, yang rupanya itu keberhasilan pertama dan terakhir di hari ini 😅
2. Mengajaknya memasang stiker keberhasilan (aslinya ini print-an gambar smiley duduk di atas toilet, yang dipotong kecil-kecil, difungsikan kayak stiker. Kalau dia berhasil, olesin lem, tempel di tabel potty training.)
3. Tak henti-hentinya mengingatkan, memastikan dia mengerti, dan menawarkan ke toilet setiap menjelang jamnya untuk pipis.
Sementara yang terjadi adalah :
Sehabis pipis...
"Aqila.. nanti kalau mau pipis bilang dulu ya, ditahan, kita pipis di toilet. Jangan pipis di celana, di toilet aja, biar celananya engga basah, jadi tetap nyaman" (serius deh, dia udah paham arti nyaman. He3...)
"Yaa"
"Pinter. Bilangnya gimana?"
"Bundaa mau pipiis"
Bunda dan bapak pun tersenyum bangga.
Menjelang satu jam kemudian..
"Qila udah mau sejam nih, yuk pipis di toilet dulu"
"Ndak! Ndak!"
"Aqila mau pipis?"
"Aqila ndak mau pipis"
"Oke. Nanti bilang ya sebelum pipis, kita ke toilet.. (BELUM SAMPAI MINGKEM, TIBA2 UDAH BASAH)"
Dimulai dengan ketawa ketiwi bersama suami pada accident yang pertama, diakhiri dengan cemberut berjamaah di accident ke-6, terakhir sebelum dia tidur. Saat tidur, kami masih pakaikan dia diaper.
Ahhh pe-er banget ini membuat rayuan maut supaya dia mau dibujuk ke toilet.
Sejauh ini yang sudah terpikirkan (yang tadi ga sempat terpikirkan...)
1. Tawarkan ajak satu dari mainan-mainannya : si Mbak, dedek, Habibi, Teddy Bear, atau mainan lain ke toilet
2. Tawarkan pasang sticker lucu di toilet. Yang ini masalahnya belum ada hehehe... nunggu besok bapaknya beli dulu setelah solat Jumat.
3. Belum kepikiran ide lain....
Jadi ingat moto sahabat saya waktu SMA.. "Jalani hidup dengan senyuman ^_^". Mudah-mudahan hari esok lebih baik dari hari ini... 💪💪
Share:

Thursday, 24 November 2016

Fusili Keju Udang

Shock banget hari ini timbangan anak ga naik. Hikss.. Padahal bulan lalu naiknya membahagiakan. Curiga kalori makanannya kurang sebulan kemarin. Memang bulan ini dirinya lagi bosen keju-kejuan juga. Sedangkan bulan lalu, di makanannya, ya di lauk, ya karbo, ya sayur, hampir semuanya selalu ditambahin booster kalori, kalau ga keju ya santan, atau butter. Jadinya sebulan ke depan bertekad kembalikan keju dan santan ke piring. Lalu kita lihat hasilnya gimana. Yoossshh...
Tiba-tiba kepikiran bikin beginian buat merapihkan catatan resep pribadi, biar lebih menarik juga. Selama ini menu-menu favorit keluarga saya tulis aja manual di buku sakti. Hehe, tapi itu juga kalau lagi rajin aja. Semoga yang sekarang mah bisa lebih konsisten dan bermanfaat. Eh, semoga setelah di-post di blog ini bisa kebaca jelas juga. Aamiiin..

Menu ini simpel, praktis, bergizi, dan menarik buat anak. Kalau untuk anak saya, masih ditemani sup lagi di mangkok kecil di mejanya, supaya dia dapat juga asupan kaldu dan sari sayuran yang lain. Boleh lho kalau mau dicoba... hehehe.. :D :D
Share:

Monday, 7 November 2016

German Conversation Winter Semester 2016 #1st_day

Deutschkonversation Wintersemester 2016 #erster_Tag
Winter semester sudah dimulai sejak September yang lalu. German Conversation pun dimulai lagi. Ini adalah salah satu kegiatan sosial dari Leoben United Friends Team, komunitas informal yang merangkul semua warga asing yang punya aktivitas di Leoben. Native speaker nya adalah volunteer, tidak dibayar. Setiap peserta yang ikut juga tidak perlu membayar, hanya perlu menggantikan 10 sen untuk setiap lembar kopi modul singkat yang dibagikan. Rata-rata per hari maksimal 3 lembar atau bisa kurang atau kadang tidak ada kopi modul sama sekali.
Sama seperti tahun yang lalu, tahun ini diselenggarakan di Kulturbundraum Leoben (Gedung Federasi Budaya kota Leoben), setiap hari Kamis pukul 17.00 - 18.00 untuk Anfänger (Beginners) dan 18.00-19.00 untuk Fortgeschrittene (Advanced).
Germankonversattion bukanlah kursus Bahasa Jerman. Ini hanya semacam wadah bagi warga asing yang ingin melancarkan kemampuan berbicara Bahasa Jerman dengan baik. Native speaker akan selalu memancing setiap peserta untuk berbicara panjang dalam Bahasa Jerman, lalu mengoreksi jika terdapat kesalahan, menjawab jika ada yang ingin tahu, dan memberikan cerita tentang budaya-budaya di sekitar Austria, Jerman, dan negara-negara lain di Eropa. Setiap pertanyaan harus dalam Bahasa Jerman, penjelasan juga dalam Bahasa Jerman. Kalau sudah benar-benar kesulitan, Bahasa Inggris boleh digunakan.
Sumber : FB Group LUFT (https://www.facebook.com/groups/207051819309184/?fref=ts)
Setiap pertemuan akan memperbincangkan topik tertentu. Misalnya, hari pertama kemarin adalah sesi perkenalan dan menceritakan pengalaman liburan musim panas.
Native speaker-nya adalah Mag. Christa Marthin. Beliau adalah seorang ibu pengajar yang berasal dari Dresden, Jerman dan sudah berpengalaman selama 40 tahun mengajar Bahasa Jerman dan Bahasa Inggris. Saat ini beliau sudah pensiun dari pekerjaannya, tetapi masih aktif mengajar untuk kegiatan-kegiatan sosial seperti Deutschkonversation ini, mengajar bahasa untuk anak-anak yang memiliki "keterbatasan" mental, mengajar bahasa Jerman untuk pengungsi Timur Tengah, dan lain-lain.
Erster Tag - Anfänger
Hari pertama setiap peserta memperkenalkan diri dalam Bahasa Jerman, diawali oleh Frau Christa Martha yang memberikan contoh. Setiap orang setidaknya dalam perkenalannya dapat menjawab semua pertanyaan berikut :
1. Wie heißen Sie? (What is your name?)
2. Woher kommen Sie? (Where do you come from?)
3. Wie lange sind Sie in Österreich? (How long have you been in Austria?)
4. Wo wohnen Sie? (Where do you live?)
5. Seit wann lernen Sie Deutsch? (Since when have you learned German?)
6. Sind Sie verheiratet? (Are you married?)
7. Haben Sie Kinder? (Do you have children?)
8. Was machen Sie gerne in Ihrer Freizeit? (What do you do in your holiday?)
9. Was ist Ihr Lieblingsessen? (What is your favorite food?)
10. Was essen Sie gar nicht gerne? (What food you don't like at all?)
Hallo. Ich heiße Vidyasari. Ich komme aus Indonesien. Mein Name besteht aus nur einem Wort. Das ist Vorname. Ich habe keinen mittleren Namen und keinen Familiennamen. Das ist normal in Indonesien, nicht wie hier, dass jedermann Familienname haben sollte. Ich komme hier, um meinen Mann zu begleiten. Er erhält Stipendium des ÖAD zum Doktorat in Uni. Seine Abteilung ist Wirtschaftsgeologie. Wir haben eine Tochter. Sie ist jetzt zwei Jahre alt. Ich und meine Tochter sind hier seit einem Jahr, sechs Monate nachdem mein Mann hier angekommen. Ich bin eine Apothekerin. Hier muss gut Deutsch sprechen können, zu arbeiten oder Magister zu studieren. Deshalb lerne ich Deutsch und versuche so viel wie möglich zu üben. Ich möchte auch soziale Kontakte mit dem Bürger auf Deutsch machen. Ich habe Deutsch seit 15 Monaten gelernt. Aber ich habe auf Deutschkurs nur für zwei Monate besucht. Ich lese, wandere, reise, koche, und schreibe gerne. Rührei ist mein Lieblingsessen. Ich mag kein Essen, das zu scharf ist.
(*)
Erster Tag - Fortgeschrittene
Setelah perkenalan singkat, pada sesi ini tiap orang diminta untuk menceritakan liburan musim panasnya secara bergiliran, dengan bantuan beberapa kata kunci yang sudah tertulis pada potongan kertas kecil. Satu potong kertas, satu kata kunci. Kata kunci yang sudah digunakan oleh orang sebelumnya tidak boleh digunakan lagi oleh orang sesudahnya, kecuali jika tidak ada lagi yang sesuai.
Cerita dimulai dengan "Dieser Sommerurlaub war...." (this summer holiday was...)
Dieser Sommerurlaub war...
Kata kunci :
abenteuerlich (adventurous)
anregend (stimulating)
erstaunlich (amazing)
belastend (burdensome)
ermüdend (tiring)
bedrohlich (threatening)
traurig (sad)
schön (beautiful)
langweilig (boring)
zu lange (too long)
zu kurz (too short)
interessant (interesting)
heiß (hot)
Dieser Sommerurlaub war...
interessant. Dieser Sommerurlaub wurde durch Eid Mubarak Feier begonnen. Ich habe es mit anderen Indonesischen-Moslems, die in Österreich leben, gefeiert. Wir haben in Indonesien Botschaft für Wien gefeiert. Die Botschaft hat Indonesischen-spezielle-Kulinarisch für Eid zur Verfügung gestellt.
Aber drei Tage danach, muss meine Tochter im Krankenhaus behandelt werden. Sie hat akuter Halsschmerzen gehabt. Es war sehr hart, damit sie nicht trinken und essen wollte. Da war sie dehydriert. Sie ist fünf Tage im Krankenhaus geblieben. Das war traurig. Gott sei Dank, war sie endlich gesund nach dem vier Tage.
Danach sind ich und meine Tochter auf dem Drei Zinnen gewandert. Die Landschaft entlang des Wanderweges war sehr schön. Wir haben es wirklich genossen. Das Wetter war warm, nicht zu heiß, nicht zu kalt. Sehr schön. Das war wirklich abenteuerlich, erstaunlich, schön und interessant.
Dieser Sommerurlaub war auch ermüdend, weil wir umgezogen sind. Wir haben unsere neue Wohnung und den Geburtstag unserer Tochter zusammen gefeiert.
Zum glücklich, gibt es eine größte Airshow in der Provinz. Es war wirklich erstaunlich, entweder die Show und das Publikum.
Leider ist meine Tochter noch einmal im Krankenhaus geblieben. Diesmal wegen starkem Erbrechen und Durchfall, verursacht durch Rotavirus. Fünf Tage im Krankenhaus. Zwei Tage später hat mein Vater in Indonesien einen Unfall bekommen. Er hat mittlere Kopfverletzung bis zum Koma. Die waren wirklich traurig. Gott sei Dank, jetzt meine Tochter ist gut und mein Vater wird immer besser nach Gehirnchirurgie.
Dieser sommerurlaub ist durch Ausflug nach Innsbruck beendet worden. Wir sind nach Innsbruck gefahren, weil mein Mann als Sprecher in einer Konferenz eingeladen wurde. Sein Departement hat alle Kosten der Unterkunft für Sprecher und Familie bezahlt. Während mein Mann an der Veranstaltung teilgenommen hat, sind ich und meine Tochter auf dem Nordkette-Berg gewandert, Alpen Zoo besucht, und auch um die Stadt herum gegangen. Es sollte 100 % interessant sein, aber es war nicht. Ich konnte nicht die Reise genießen, während mein Vater kämpfte gegen seine Chirurgie Rehabilitation.
So viele Dinge sind passiert. Dieser Sommerurlaub war interessant, abenteuerlich, erstaunlich, schön, aber auch ermüdend und traurig.
(*)
*Struktur kalimat berbahasa Jerman dan penulisannya tidak dijamin kebenarannya 100%, karena ditulis semata-mata hanya sebagai latihan. Harap maklum dan menerima koreksi dengan tangan terbuka bila ada yang kurang tepat. Terimakasih ;);)
Share:

Disclaimer

Dear reader, Nothing is perfect, demikian juga konten di blog ini. Oleh karena itu, terimakasih untuk komentar, sharing, saran, kritik dan untuk kunjungannya ke blog saya, yang walaupun imperfect namun semoga bermanfaat. ♥ vidya ♥

Labels

Drop me a message

Name

Email *

Message *

Recent Posts

About me

Empat tahun mengenyam pendidikan S1 Sekolah Farmasi, saya melanjutkan Pendidikan Profesi Apoteker satu tahun. Alhamdulillah semuanya dilancarkan dan saya berkesempatan berkarya di dunia industri kosmetik setelah saya lulus Pendidikan Profesi. Tiga tahun berkiprah di dunia itu, saya memutuskan berhenti sementara dari dunia karir demi berkumpul dengan keluarga kecil di Leoben, Austria

Saya mengenal blog semenjak kuliah profesi. Saya memiliki blog pribadi dan bergabung menjadi author di www.apotekerbercerita.com. Sebelumnya saya hanya menumpahkan isi pikiran di diary. Namun saya baru menyadari kecintaan menulis justru setelah berada di Austria. Dengan menulis saya banyak membaca dan belajar, mengingat, belajar berkomunikasi, belajar bertanggung jawab dan akhirnya saya mengijinkan diri saya sedikit berbangga dan bahagia meskipun mungkin menurut orang itu biasa saja hihi. Saya merasa ada yang terobati setiap bisa menyelesaikan satu judul tulisan. Maka saya pikir tidak ada alasan untuk berhenti menulis.

Terimakasih kepada siapa saja yang sudah berkunjung, selamat membaca dan semoga konten webblog ini bisa bermanfaat.

Salam hangat,

Vidya